Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:21 WIB
AS Berencana Larang Kapal Masuk Korut
Jimmy Hitipeuw | Senin, 8 Juni 2009 | 13:09 WIB
|
Share:

AP photo/Ahn Young-joon
Model rudal Scub-B Korea Utara dan rudal lain milik Korea Selatan dipajang di Museum Peringatan Perang Korea, di Seoul, Korsel, Selasa (3/2). Korut bersiap melakukan uji coba rudal jarak jauh, Taeodong-2, yang bisa mencapai target di Alaska, AS.

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Barack Obama bekerja sama dengan sekutu AS untuk mengembangkan cara memutus pengapalan teknologi nuklir dan persenjataan lain menuju Korea Utara. Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menerangkan, kegagalan mengambil langkah efektif dan agresif terhadap Korea Utara dapat memicu perlombaan persenjataan di Asia timur laut.

"Kami akan berupaya maksimal untuk mencegah masuknya kapal dengan teknologi nuklir dan persenjataan lain menuju Korea Utara," jelas Hillary dalam wawancara dengan televisi ABC dalam program This Week. "AS juga akan berupaya membendung arus dana yang masuk ke Korea Utara."

Hillary menjelaskan, AS sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan Korea Utara ke daftar negara pendukung terorisme. Pertimbangan itu diambil setelah Barack Obama berjanji mengambil tindakan serius untuk merespons uji coba nuklir Pyongyang belakangan.

Pemerintah George W Bush telah sepakat mencabut Korea Utara dari daftar negara teroris setelah Pyongyang menjelaskan akan menghentikan operasi fasilitas senjata nuklirnya. Namun, Pyongyang kemudian menolak untuk mematuhi komitmennya dengan kembali meluncurkan rudal dan menggelar uji coba nuklir bawah tanah.

Sumber :
AP