KANDAHAR, KOMPAS.com — Satu serangan bom bunuh diri terbaru mencabik satu stasiun bus di satu kota perbatasan Afganistan dengan Pakistan, Sabtu (6/6), menewaskan empat orang. Demikian dikatakan polisi.
Pelaku bom bunuh diri diduga juga tewas ketika sepeda motornya yang dilengkapi dengan alat-alat peledak, yang dia kendarai, meledak di kota selatan Spin Boldak. Hal itu dikatakan kepala polisi provinsi perbatasan Kandahar.
Ledakan itu juga melukai delapan orang sipil lainnya, termasuk dua perempuan dan dua anak-anak. Informasi itu diungkapkan kepala polisi Jawad Ahmad.
Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, gerilyawan garis keras yang berkaitan dengan milisi Taliban aktif di Afganistan selatan dan di seluruh perbatasan Pakistan. "Orang tersebut berhenti di satu restoran di dalam terminal bus sebelum sepeda motornya meledak," kata Ahmad.
"Termasuk tersangka, lima orang tewas dan delapan lainnya cedera," katanya.
Spin Boldak, yang terletak di dekat penyeberangan perbatasan yang sibuk dengan Pakistan, telah biasa mendapat serangan, yang sering kali ditujukan kepada pasukan keamanan. Namun, banyak penduduk sipil yang tewas dalam serangan itu.
Taliban telah memerintah selama lima tahun sampai tahun 2001 ketika mereka ditumbangkan dalam serangan yang dipimpin AS, beberapa pekan setelah serangan 9/11 terhadap AS. AS menuding serangan itu dilakukan oleh jaringan Al Qaeda, yang pada saat itu berpangkalan di Afganistan.
