Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 23:21 WIB
Jasad Korban Air France Belum Ditemukan
Jimmy Hitipeuw | Jumat, 5 Juni 2009 | 07:43 WIB
|
Share:

(AFP/Johnson Barros)
Gambar ini menunjukkan seorang pilot Angkatan Udara Brasil yang tengah melacak puing-puing pesawat Air France bernomor penerbangan 447 di Samudera Atlantik dengan menggunakan pesawat Hercules C-130, 3 Juni 2009.

TERKAIT:

FERNANDO DE NORONHA, KOMPAS.com - Awak helikopter Brazil telah menemukan kepingan pertama pesawat Air France bernomor penerbangan 447 yang ditarik dari Samudera Atlantik. Tidak ada jasad manusia yang ditemukan dari kecelakaan pesawat yang dipastikan telah menewaskan seluruh 228 orang di dalamnya.   

Dua pelampung - perlengkapan darurat standar di pesawat - juga ditemukan dari Samudera Atlantik, sekitar 550 kilometer timur laut Brasil oleh awak helikopter yang dibantu dengan kapal angkatan laut Brasil. CEO Air France Pierre- Henri Gourgeon telah menyatakan ke anggota keluarga dalam sebuah pertemuan tertutup bahwa pesawat Airbus A330 pecah berkeping dengan dugaan kecelakaan di udara atau menghantam perairan sehingga tidak menyisakan korban selamat.

Badan investigasi kecelakaan Perancis menjelaskan 2 penemuan yang telah didapatkan selama ini. Salah satunya adalah serangkaian pesan otomatis yang dikirim dari pesawat itu sehingga menimbulkan konflik tentang kecepatan pesawat sebelum kecelakaan. Penemuan lainnya adalah jalur penerbangan yang ditempuh pesawat dalam badai.

Perancis telah mengundang Badan Keamanan Transportasi Nasional AS untuk membantu investigasi kecelakaan. Tim investigasi dari AS mencakup General Electric Aviation dari Ohio yang memproduksi mesin Airbus A330. Perwakilan Honeywell International Inc.yang memproduksi kotak hitam dan suku cadang sistem navigasi serta komunikasi juga diundang dalam tim ini.

Gelombang laut tampak tenang saat beberapa kapal Angkatan Laut Brasil berupaya melacak bangkai pesawat di Samudera Atlantik, Kamis (4/6). Namun, juru bicara militer Perancis Christophe Prazuck menjelaskan kabut ekstrim di sekitar lokasi kecelakaan telah menghalangi satelit AS untuk membantu upaya pencarian korban dan bangkai pesawat.

Sumber :
AP