Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 23:10 WIB
Kekerasan terhadap Mahasiswa India Bukan soal Rasisme
Josephus Primus | Rabu, 3 Juni 2009 | 16:21 WIB
|
Share:

CANBERRA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia, Rabu (3/6), mengatakan, rasisme bukan di balik aksi kekerasan terhadap mahasiswa India, termasuk penikaman terbaru terhadap pria di Melbourne oleh satu kelompok lima pemuda tak dikenal.
    
"Tak ada kecurigaan tanpa bukti, tidak ada kecurigaan penting bahwa tindakan ini bermotif rasialis. Saya tak percaya hal itu, dan bukan seperti yang dikatakan Pemerintah India," kata Menteri Perdagangan yang juga menjabat Menteri Luar Negeri, Simon Crean, kepada televisi setempat.
    
Serangan terbaru itu melipatduakan ketakutan bahwa aksi-aksi kekerasan dan perampokan terhadap para mahasiswa India itu bisa merusak serius pendapatan ekspor terbesar ketiga Australia, yakni 15 miliar dollar Australia (12,16 miliar dollar AS) dari pasar mahasiswa luar negeri.
    
Sejak Perdana Menteri India Manmohan Singh melontarkan kecemasannya pekan lalu kepada PM Australia Kevin Rudd, beberapa menteri senior telah berupaya membendung kepulangan para mahasiswa asing.
    
Rudd dan Menteri Luar Negeri Stephen Smith juga membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi masalah ini, yang dipimpin oleh mantan komandan pasukan khusus yang menjadi Penasihat Keamanan Nasional, Duncan Lewis.
    
Crean mengatakan, Australia akan melakukan segala kemungkinan untuk menghentikan serangan-serangan itu, yang dia yakini menjadi masalah sensasional baik di media Australia maupun di India, dan berpotensi bisa menimbulkan persoalan buruk. "Australia saya yakini adalah bersikap terbuka, menyambut baik, dan masyarakat yang toleran," kata Crean.
    
Pembelaan Crean setelah terjadi, seorang mahasiswa India berumur 21 tahun diserang oleh satu kelompok lima pria dan menikam punggungnya dengan pisau di pinggiran Melbourne, setelah mereka menyetopnya Selasa dan meminta rokok dan uang.
    
Pemerintah Australia mengatakan bahwa kejahatan memang sering terjadi di negara bagian Victoria. Polisi mengatakan, penyerangan terakhir terhadap mahasiswa India itu bukan bermotivasi rasial, seperti yang dituduhkan oleh media India.
    
Sekitar 93.000 mahasiswa India berada di negara tersebut, atau naik dari sekitar 30.000 hanya dalam beberapa tahun lalu.

Sumber :
Ant