JEJU, KOMPAS.com —Di tengah krisis, jika ada investor asing yang melakukan relokasi dari Indonesia, pengusaha Korsel justru bertahan. Bahkan sebaliknya Presiden Korea benar-benar memenuhi janjinya untuk "menyelamatkan TKI" yang terancam PHK.
"Saya merasa nyaman betul berhubungan dengan Pemerintah Korea Selatan, dalam berbagai bidang apa pun, terutama di bidang bisnis," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konperensi pers seusai pertemuan tingkat tinggi negara-negara ASEAN dengan Republic of Korea (ROK) Commemorative Summit di Hotel Hyaat Regncy, Pulau Jeju, Korea Selatan, Selasa (2/6).
Presiden mencontohkan, dalam hubungan ketenagakerjaan, sebanyak 30.000 TKI di Korsel terancam dipulangkan ke Indonesia akibat gelombang PHK sebagai dampak krisis keuangan global. Namun, Pemerintah Korsel memberikan pelatihan kepada mereka dan berjanji menempatkan kembali di perusahaan lain sehingga mereka tidak harus dipulangkan ke Indonesia.
"Coba bayangkan, andaikata Presiden Korsel tidak memenuhi janjinya. Bagaimana dengan tenaga kerja Indonesia yang terpaksa dipulangkan? Tentu itu menjadi masalah tersendiri," sebutnya.
Demikian juga dalam kerja sama kehutanan, lanjut Presiden, pengusaha Korea ikut mengambil bagian dalam kerja sama pemanfaatan lahan di Indonesia.
Adapun di bidang investasi dengan Korsel, Presiden mengakui sebagai cerita sukses, investasi Korsel tercatat mencapai 13 miliar dollar AS dalam beberapa tahun. "Nilai perdagangan kita juga sudah mencapai 19,3 miliar dollar AS. Kita terus meningkatkan kerjasama tidak hanya di bidang manufaktur, akan tetapi di bidang lain seperti infrastruktur dan teknologi informasi," tambahnya.
Menurut Presiden, Indonesia juga berharap adanya perkembangan kerja sama ODA (Official Development Assistance) di bidang riset dan pengembangan, misalnya untuk perubahan iklim dan ketahanan energi serta pangan.

