PARIS, KOMPAS.com — Maskapai Air France merilis manifes pesawat Airbus 330-200 bernomor penerbangan 447 yang hilang dalam perjalanan dari Rio de Janeiro ke Paris, Senin (1/6). Dalam daftar penumpang itu tidak ada warga negara Indonesia.
Pesawat naas itu mengangkut 216 penumpang dan 12 awak. Sebagian besar penumpang adalah warga Perancis sebanyak 61 orang, Brasil (58), Jerman (26), China (9), Italia (9), Swiss (6), Inggris (5), Lebanon (5), Hungaria (4); Irlandia, Norwegia, dan Slovakia masing-masing 3 orang; Amerika, Maroko, Spanyol, dan Polandia masing-masing 2 penumpang; serta masing-masing 1 orang dari Argentina, Austria, Belgia, Kanada, Kroasia, Denmark, Belanda, Estonia, Filipina, Gambia, Islandia, Rumania, Rusia, Afrika Selatan, Swedia, dan Turki.
Pesawat Airbus A330-200 milik Air France yang hilang dengan membawa 228 orang dari Rio de Janeiro ke Paris menerobos halilintar dan dahsyatnya guntur di atas Lautan Atlantik. Demikian menurut para pejabat yang ikut mencari pesawat naas itu. Pemerintah Brasil sedang mencarinya di pantai timur laut negara itu.
Juru bicara Kepala Air France, Francois Brousse, mengatakan, besar kemungkinan pesawat itu disambar petir. Pesawat dengan nomor penerbangan AF 447 itu meninggalkan Rio de Janeiro, Minggu pukul 19.00 waktu setempat.
Sekitar empat jam kemudian, pesawat mengirim sinyal otomatis menunjukkan masalah elektrik. Saat itu pesawat menerobos turbulensi hebat. Sebuah pesan otomatis diterima 14 menit kemudian yang menunjukkan sirkulasi elektrik tidak berfungsi.

