Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:47 WIB
Tak Diduga, Presiden Korsel Panggil Wartawan Indonesia
Suhartono | Senin, 1 Juni 2009 | 11:24 WIB
|
Share:

RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN/ ABROR RIZKI
Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta rombongan, hari Minggu (31/5) sore WS di Pulau Jeju, Korea Selatan, Presiden akan menghadiri ASEAN - ROK Commemorative Summit dan serangkaian pertemuan lainnya.

TERKAIT:

PULAU JEJU, KOREA SELATAN, KOMPAS.com — Tanpa diduga-duga, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak secara khusus mengundang rombongan wartawan Indonesia untuk masuk ke dalam ruang pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Hyatt Regency, Pulau Jeju, Senin (1/6).

Pemandangan ini terjadi seusai para wartawan mengabadikan momen pertemuan di antara dua kepala negara. Pertemuan itu sedianya dilaksanakan secara tertutup, tetapi saat wartawan keluar dari ruangan, Presiden Lee melalui stafnya meminta agar wartawan Indonesia kembali ke ruangan dan mengikuti pertemuannya dengan SBY.

Mendengar permintaan itu, rombongan wartawan Indonesia yang merupakan perwakilan dari sekitar lima media nasional langsung kembali ke dalam ruangan. Saat itu, Presiden SBY terlihat menyaksikan peristiwa itu dengan terus tersenyum.

Namun, setelah semuanya sudah berada di dalam ruangan, Presiden Lee kemudian bertanya kepada SBY, apakah ia tidak keberatan jika wartawan Indonesia berada di dalam ruang pertemuan. SBY pun menyampaikan keberatannya dengan menjawab, "No, no." Mendengar jawaban itu, akhirnya wartawan Indonesia diminta untuk meninggalkan ruangan.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Dinno Patidjalal sempat mengungkapkan kepada wartawan bahwa agenda pembahasan di antara kedua kepala negara juga menyangkut isu sensitif seputar uji coba nuklir yang dilaksanakan Korea Utara. Diperkirakan, atas pertimbangan itulah Presiden SBY lantas tak bersedia jika pertemuannya itu disaksikan oleh wartawan.