Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:43 WIB
Ketegangan Antara Dua Faksi Palestina Meningkat
Tri Mulyono | Senin, 1 Juni 2009 | 04:20 WIB
|
Share:

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

TERKAIT:

NABLUS,KOMPAS.com-Ketegangan antara dua faksi Palestina meningkat, Minggu (31/5), setelah operasi penangkapan terhadap seorang pejuang senior Hamas di Tepi Barat berakibatkan baku tembak yang menewaskan enam orang.

Gerakan Hamas yang menguasai Jalur Gaza memperingatkan bahwa dengan operasi yang menewaskan seorang dari para pejuang senior mereka, gerakan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah melintasi satu "garis merah."

Baku tembak meletus ketika polisi berusaha menangkap Mohammed al Samman, komandan sayap militer Hamas di Tepi Barat bagian utara yang juga masuk dalam daftar orang yang dicari Israel, kata polisi dan Hamas.

Samman mengurung diri di sebuah rumah di kota Qalqilya di utara dari wilayah yang diduduki Israel itu bersama dengan Mohamme Yassin, seorang pejuang Hamas dan menolak keluar, kata mereka. Baku tembak itu menewaskan kedua pejuang Hamas itu, tiga polisi Palestina dan seorang warga sipil. Jam malam diberlakukan di kota dekat perbatasan dengan Israel itu setelah insiden tersebut, kata polisi.

Hamas, yang bermusuhan dengan gerakan Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sejak gerakan Islam itu menguasai Jalur Gaza tahun 2007 mengecam insiden itu. "Hamas menyalahkan kejahatan buruk ini pada Abbas dan pasukannya keamanannya dan mereka harus bertanggung jawab atas insiden itu," kata Hamas dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Gaza, dan menambahkan Samman dicari oleh Israel sejak enam tahun lalu. "Kejahatan ini adalah satu garis merah."

Juru bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan tidak ada peluang perundingan rekonsiliasi lebih jauh antara kedua faksi itu setelah "peningkatan tindakan keamanan oleh Abu Mazen dan Fatah terhadap Hamas dan para pemimpinnya di Tepi Barat." "Fatah harus memilih -- dialog dengan kami atau melakukan pekerjaan kotor dari musuh Zionis," kata Barhum.

Dua faksi itu terbagi dua sejak Juni 2007, ketika Hamas mengusir kelompok Fatah dari Gaza menyebabkan Fatah kini hanya menguasai Tepi Barat. Kedua faksi itu telah melakukan lima putaran perundingan dibawah penengahan Mesir dalam usaha untuk mendamaikan tetapi tidak ada kemajuan penting dan kedua pihak sering saling menuduh pihak lainnya melakukan penyiksaan. Presiden Abbas yang didukung Barat melantik satu kabinet baru 28 Mei, yang membuat pertikaian itu semakin dalam.

Sumber :
Ant