JAKARTA, KOMPAS.com — Memperingati Hari Tanpa Tembakau, 31 Mei 2009, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) beserta 2.500 pelajar mengampanyekan hari antirokok dengan melakukan long march dan pawai, mulai dari Parkir Timur Silang Monas menuju Bundaran HI lalu kembali lagi ke Monas, Jakarta, Minggu (31/5).
Acara ini melibatkan pelajar dari berbagai SMA di Jakarta. Para pelajar tersebut membawa atribut-atribut kampanye antirokok dan meneriakkan yel-yel di sepanjang jalan. Rombongan pawai dan marching band tiba kembali di Parkir Timur Monas sekitar pukul 08.45 setelah melakukan long march di sepanjang Jalan Thamrin dan sempat berhenti di Bundaran HI.
"Acara ini sangat sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi polusi udara. Kebiasaan buruk merokok itu menyebabkan pencemaran udara paling tinggi," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat membuka acara tersebut.
Dalam sambutannya, Foke mengatakan, menurut survei dari Global Use Tobacco, yakni survei yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan tembakau, sekitar 46,7 persen remaja pernah merokok. "Sebanyak 9 persen mempunyai akses terhadap rokok sejak 10 tahun dan 20 persen adalah perokok aktif. Ini sangat memprihatinkan," tuturnya.
Foke juga menyatakan penghargaannya karena pawai antitembakau ini dilakukan oleh para remaja di seluruh DKI Jakarta. "Saya sangat senang kesadaran untuk menjauhi rokok itu sudah ada pada para remaja sekalian, jadi mari kita perangi bersama," katanya.
Menurutnya, sekitar 69 persen remaja terkontaminasi asap rokok di tempat umum dan 80 persen dari mereka setuju larangan merokok di tempat umum. "Pemerintah telah menerapkan sanksi bagi yang merokok di tempat umum, maka harapannya ini bisa menjadi peringatan bagi semua," katanya.
Acara juga diisi oleh konser musik antitembakau dari The Titans.

