
KOMPAS.com - Aparat militer Pakistan mengatakan telah berhasil menguasai kembali kota terbesar di Lembah Swat, Mingora dari tangan Taliban. Juru bicara militer Mayor Jenderal Athar Abbas mengatakan, pusat kota Mingora telah dikuasai, tetapi di daerah pinggiran kota masih terjadi perlawanan kecil-kecilan.
Meski demikian, masih akan diperlukan beberapa hari lagi sebelum keseluruhan kota baru bisa dikuasai sepenuhnya oleh aparat keamanan, seperti dilaporkan wartawan BBC Humphrey Hawksley. Pernyataan mengenai perkembangan operasi militer terhadap Taliban ini dikeluarkan militer setelah lebih dari satu bulan pertempuran sengit di kawasan Swat di belahan barat daya Pakistan.
Aparat militer Pakistan menyatakan meraih kemenangan berarti, dengan merebut sebagian besar kota Mingora dari tangan pemberontak Taliban. Meski demikian, militer Pakistan menyatakan, pasukannya masih menghadapi perlawanan khususnya di pinggiran kota, dan perlu beberapa hari lagi sebelum kota kecil itu dinyatakan aman.
Pertempuran berlangsung dari jalan ke jalan. Tentara harus memeriksa rumah untuk menemukan jebakan ranjau saat bergerak maju.
Juga ada kekhawatiran mengenai nasib sekitar 20.000 warga sipil di kota Mingora yang terjebak dalam kecamuk pertempuran.
Sebelumnya, pemerintah Pakistan menaikkan tawaran hadiah untuk memburu pemimpin Taliban di Lembah Swat, Molana Fetzlullah menjadi 600 ribu dollar. Jumlah itu lebih dari 10 kali dari tawaran hadiah semula.
Aparat Pakistan juga menganjurkan warga meninggalkan kota kecil Charburg, basis Taleban yang berjarak sekitar 30km utara Swat, menjelang tentara melancarkan serbuan di sana. Sekitar satu juta warga mengungsi dari kecamuk pertempuran di Lembah Swat dalam beberapa pekan terakhir.