Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 00:22 WIB
China Protes Denmark soal Dalai Lama
Josephus Primus | Sabtu, 30 Mei 2009 | 20:39 WIB
|
Share:

BEIJING, KOMPAS.com - China, Sabtu (30/5),  menyatakan protes terhadap pejabat pemerintahan Denmark, yang bertemu dengan tokoh kerohanian Tibet Dalai Lama. Menurut China, pertemuan itu merusak beberapa keinginan hubungan negara.
   
"Cina sangat kecewa dan protes atas pertemuan Dalai Lama dengan sejumlah pejabat Denmark," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina Qin Gang dalam pernyataan seperti dikutip kantor berita Xinhua di Beijing pada Sabtu.
   
Tanggapan itu dikemukakan Qin terkait dengan pertemuan Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen dan Menteri Luar Negeri Denmark Stig Moeller dengan Dalai Lama di Kopenhagen pada Jumat.
   
"Negara itu mengabaikan keinginan sungguh-sungguh China. Denmark melakukan pertemuan dengan Dalai Lama, yang mengampanyekan pemisahan diri, dan pertemuan itu beberapa kali merusak keinginan utama Cina dan hubungan kedua negara tersebut," kata Qin.
   
Pertemuan tersebut, katanya, juga merusak hubungan persahabatan China dengan Denmark.
   
China secara tegas menolak Dalai Lama, yang melakukan kegiatan memisahkan diri dari China, dalam kedudukan apa pun serta negara apa pun.
   
Juru bicara China itu mengatakan bahwa China minta Denmark menghormati dengan sungguh-sungguh sikap dan keinginan China serta melihat kebijakan satu China. "Denmark harus mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kesalahannya mengenai masalah terkait Tibet, mengurangi dampak buruk dan membuat upaya perkembangan hubungan sehat dan stabil Cina-Denmark," kata Qin.
   
China, melalui sejumlah juru bicara Kementerian Luar Negeri-nya, beberapa kali mengingatkan pejabat tinggi negara asing tidak melakukan pertemuan dengan Dalai Lama, yang menurut China dianggap sebagai upaya ingin memisahkan diri dari Cina.
   
China menganggap setiap pejabat negara asing, yang melakukan pertemuan dengan Dalai Lama, merupakan tindakan campur tangan terhadap masalah dalam negeri China.

 

Sumber :
Ant