KHARTOUM, KOMPAS.com - Dua puluh prajurit Sudan dan 43 pemberontak tewas dalam pertempuran sengit di Darfur di kawasan Sudan barat dekat perbatasan dengan Chad, kata seorang juru bicara militer, Senin (25/5).
"Pasukan Sudan telah menghitung 20 syuhada dan 31 korban cedera" di jajaran mereka, kata Othman al-Aghbash dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Pusat Media Sudan, yang memiliki kedekatan dengan badan intelijen.
Ia juga mengatakan, 43 pemberontak dari Gerakan Keadilan dan Persamaan Hak (JEM) tewas dan 54 lain cedera dalam pertempuran Minggu itu. JEM belum bisa dihubungi segera untuk dimintai komentar mereka mengenai hal itu.
Pemberontak JEM menyerang sebuah garnisun militer Sudan di Umm Baru, sebuah kota yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah timur negara tetangga, Chad, di provinsi Darfur Utara.
Pada Senin, militer telah menguasai kota itu, meski ada laporan-laporan yang bertentangan sehari sebelumnya dari pasukan penjaga perdamaian gabungan PBB-Uni Afrika (UNAMID).
"Bertentangan dengan informasi yang kami peroleh kemarin, pemberontak tidak berhasil menguasai Umm Baru. Militer Sudan masih menguasai Umm Baru pada Senin pagi," kata juru bicara UNAMID Kemal Saiki.
JEM sebelumnya menguasai sebuah kota lain di dekat perbatasan Chad.
Saiki hari Senin tidak menjelaskan mengapa UNAMID melaporkan kota itu direbut. Namun, ia mengatakan, pemberontak mungkin telah menguasai bagian-bagian dari Umm Baru sebelum mereka dihalau mundur oleh pasukan Sudan.
Sekitar 350 warga sipil dan 100 prajurit Sudan yang tidak bersenjata berusaha berlindung di sebuah kamp UNAMID yang berdekatan selama bentrokan tersebut, katanya.
Kota di provinsi Darfur Utara itu telah menjadi ajang bentrokan dalam dua pekan terakhir antara gerilyawan JEM dan pasukan pro-pemerintah.
Militer Sudan menyatakan, Minggu, mereka masih menguasai daerah itu dan menuduh JEM, yang didukung militer Chad, melancarkan serangan.
Pemberontak JEM sudah menguasai kota Kornoy, 50 kilometer dari perbatasan Chad, dan menangkap sejumlah prajurit dan perwira Sudan.
Khartoum telah lama menuduh Chad membantu pemberontak minoritas etnik di Darfur. Sementara, Chad menuduh Sudan membantu pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Idriss Deby Itno.
Perdamaian antara Chad dan Sudan dianggap sebagai kunci utama bagi setiap penyelesaian yang bertahan atas konflik di Darfur yang telah berlangsung enam tahun.
PBB mengatakan, lebih dari 300.000 orang tewas di Darfur akibat perang, kelaparan dan penyakit, dan sekitar 2,7 juta orang meninggalkan rumah mereka. Sudan menyebut jumlah korban tewas dalam konflik itu 10.000.
Konflik Darfur juga telah membuat Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Haag mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden Sudan Omar el-Beshir atas tuduhan melakukan kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan.

