Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:22 WIB
Giliran Rusia Ciut Nyali
Josephus Primus | Senin, 25 Mei 2009 | 19:34 WIB
|
Share:

AP PHOTO/AHN YOUNG-JOON
Seorang tentara Korea Selatan menonton tayangan televisi yang menampilkan gambar peluncuran roket Korea Utara, Minggu (5/4/2009).

TERKAIT:

MOSKWA, KOMPAS.com — Uji coba nuklir Korea Utara (Korut)  mengancam stabilitas regional, melanggar kehendak Dewan Keamanan PBB  dan memukul usaha-usaha non-proliferasi. Hal itu dikatakan Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (25/5).
    
"Tindakan terbaru Korut itu memicu peningkatan ketegangan di Asia timur laut dan mengancam keamanan dan stabilitas kawasan itu," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia dalam sebuah pernyataan.
     
"Tindakan-tindakan terbaru Korut itu tidak dapat dievaluasi kecuali merupakan satu pelanggaran resolusi nomor 1718 Dewan Keamanan PBB, yang antara lain menetapkan Pyongyang tidak melakukan uji coba-uji coba nuklir," tambahnya.
      
Kemlu juga menyebut uji coba nuklir Korut sebagai satu "pukulan serius pada usaha-usaha internasional yang bertujuan memperkuat Perjanjian Nonproliferasi Nuklir."
       
Kemlu juga mengatakan bahwa Korut harus "melakukan pendekatan bertanggung jawab" dan mengindahkan keinginan Dewan Keamanan PBB, dan mendesak negara komunis itu untuk kembali ke perundingan internasional enam negara mengenai program nuklirnya.
      
Moskwa adalah salah satu peserta dalam perundingan enam negara yang macet  dan bertujuan agar Pyongyang menghentikan program nuklirnya dengan imbalan bantuan ekonomi. Peserta lainnya adalah AS, China, Jepang, dan dua Korea.
      
Rusia memiliki perbatasan sepanjang 18 km dengan Korut dan adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
      
Senin siang, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Moskwa "cemas" dengan uji coba itu dan menambahkan bahwa Dewan Keamanan PBB akan melakukan sidang sekitar pukul 20.00 GMT (03.00 WIB, Selasa) di New York untuk membicarakan situasi itu.
     
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pihaknya mencatat kekuatan ledakan nuklir Korut itu antara 10 dan 20 kiloton TNT. Itu adalah peningkatan besar dari uji coba nuklir pertama Pyongyang tahun 2006 yang kekuatannya kurang dari satu kiloton.
      
Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya "berhasil" melakukan uji coba nuklir bawah tanah. Pemerintah-pemerintah Barat bereaksi marah atas uji coba itu,  seperti juga halnya dengan tetangga terdekat Korut, yaitu Korsel dan Jepang.

 

Sumber :
Ant