SEOUL, KOMPAS.com - Korea Selatan menempatkan pasukannya dalam siaga tinggi dan meningkatkan penjagaannya terhadap Korut, Senin (25/5), setelah negara komunis itu mengatakan pihaknya melakukan ujicoba nuklir kedua. Gabungan Kepala Staf Korea Selatan menangguhkan lokakarya tiga hari pekan ini bagi 4.000 perwira tingkat jenderal dan mengeluarkan perintah bagi mereka agar kembali ke pos-pos mereka dan siaga paling tidak sampai pekan depan.
"Kementerian Pertahanan Nasional meluncurkan satu tim "krisis manajemen" terdiri atas para komandan senior, yang dipimpin seorang perwira bintang tiga," kata juru bicara kementerian itu Lee Bung woo. "Tim itu akan membicarakan tindakan-tindakan untuk merespon uji coba nuklir Korut," katanya.
Korut mengkonfirmasikan melalui media resminya bahwa pihaknya berhasil melaksanakan uji coba nuklir keduanya sejak Oktober 2006. Menanggapi uji coba itu, Presiden Korsel Lee yung Bak menggelar pertemuan dengan para pejabat penting keamanan dan diplomatik di kantornya.


