Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:13 WIB
Tentara Tewaskan 60 Anggota Taliban
Josephus Primus | Sabtu, 23 Mei 2009 | 16:13 WIB
|
Share:

KABUL, KOMPAS.com — Pasukan militer menewaskan 60 gerilyawan garis keras dan menyita obat-obatan terlarang terbesar, dalam operasi terakhir di daerah pertahanan Taliban dan pusat penghasil opium di Afganistan selatan, kata militer Amerika Serikat (AS), Sabtu (23/5).
   
Operasi yang berlangsung di provinsi selatan Helmand itu berakhir semalam, ketika tentara menggunakan serangan-serangan udara untuk menghancurkan hasil tangkapan 92 ton obat, bahan-bahan kimia pemroses heroin, dan bahan-bahan bom buatan, kata pihak militer dalam pernyataannya.
   
Pasukan koalisi yang dipimpin AS dan Afganistan telah bergerak ke daerah Marja, sekitar 40 kilometer dari ibu kota provinsi Helmand, Lashkar Gah, Selasa. "Sejumlah 60 gerilyawan telah disingkirkan pada saat jumlah mereka makin banyak namun tidak efektif, dan pertahanan yang tidak terkoordinasi dalam menghadapi pasukan-pasukan bersahabat," kata militer AS pada hari terakhir operasi. Jumlah korban sebelumnya 47 gerilyawan tewas, pada Jumat.
   
Pernyataan mengatakan, pasukan koalisi menyita sejumlah besar obat dalam operasi yang dipimpin pasukan yang dipimpin Afganistan, di Afganistan selama operasi empat hari di Marja.
   
Tentara kemudian memindahkan semua ’unsur yang bersahabat’ dari satu pasar di daerah itu pada Jumat malam, katanya. "Daerah itu ditutup, kemudian serangan-serangan udara dilakukan untuk menghancurkan tempat-tempat narkotika, bahan-bahan pembuat bom, senjata-senjata, dan amunisi yang ditemukan dalam operasi," ujarnya.
   
Helmand, tempat ribuan tentara Inggris berpangkalan untuk pasukan militer yang dipimpin NATO yang membantu Afganistan, adalah penghasil besar opium Afganistan, yang mencapai jumlah lebih dari 90 persen dari pasokan dunia.
   
Sebagian besar produk itu dijadikan heroin dan kemudian diselundupkan ke pasar-pasar di Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
   
Provinsi itu juga merupakan benteng pertahanan kelompok Taliban, yang pernah memerintah Afganistan antara 1996-2001, dan menggerakkan pemberontakan yang berkaitan dengan kelompok Al Qaeda.

Sumber :
Ant