Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:07 WIB
Serangan Taliban Picu Lonjakan Gelombang Pengungsi
| Jumat, 22 Mei 2009 | 02:34 WIB
|
Share:

(AP Photo/Greg Baker)
Anak-anak ini mengerumuni sebuah mobil untuk mendapatkan permen gratis di sebuah kamp pengungsi dekat Mardan, barat laut Pakistan, 9 Mei 2009

TERKAIT:

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Sebanyak 200.000 warga sipil telah terdampar akibat serangan-serangan tentara Pakistan terhadap militan Taliban di lembah Swat. Pemerintah Pakistan kemungkinan memasok makanan kepada para pengungsi dari udara.
         
Tentara Pakistan melancarkan serangan bulan ini di Swat dan distrik-distrik tetangganya, di sebelah barat laut Islamabad, untuk menghentikan gerak maju serangan Taliban. Serangan itu telah menimbulkan kekhawatiran bagi masa depan Pakistan yang memiliki senjata nuklir.
         
Sekitar 1,5 juta orang telah menyelamatkan diri dari pertempuran untuk bergabung dengan sekitar 550.000 pengungsi akibat bentrokan-bentrokan sebelumnya di wilayah tersebut. Operasi kemanusiaan internasional sedang diupayakan untuk menolong mereka.
         
Namun, masih banyak warga sipil yang tak dapat meninggalkan lembah , yang telah berada dalam jam malam sejak ofensif berlangsung pada 8 Mei. "Bisa dikatakan hampir 200.000 orang khususnya berada di Swat bagian utara," kata Kepala Operasi Bantuan Pemerintah Letnan Jenderal Nadeem Ahmed.
       
"Hanya di kawasan itu kami mempunyai kesulitan. Yang lainnya sekarang bisa dijangkau dan regu penolong kemanusiaan beroperasi di sana," ujarnya.
         
Pihak militer telah melancarkan serangan di lembah itu dan para serdadu menutup kota utamanya, Mingora, tempat Taliban telah menanam ranjau-ranjau darat.  Ahmed mengatakan "tak banyak" warga sipil di Mingora dan sebagian besar masih di bagian utara lembah itu yang "relatif aman".
         
Penguasa ingin orang-orang berada di sana daripada pergi menerobos zona perang di dan sekitar Mingora dengan penuh risiko bahkan mereka bisa kehabisan makanan. "Kurang tepat jika mengatakan bahwa mereka memiliki cukup makanan," ujar Ahmed ketika ditanya tentang pasokan makanan bagi warga sipil.

Sumber :
Antara