Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:06 WIB
Pengungsi Sri Lanka Mogok Makan
I Made Asdhiana | Kamis, 21 Mei 2009 | 17:33 WIB
|
Share:

SERAMBI INDONESIA/DEDI ISKANDAR
Sebanyak 55 warga negara Sri Lanka yang terdampar di pantai Desa Babah Krueng, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Kamis (14/5), diangkut ke KUD Alue Bilie menggunakan Truk TNI Angkatan Laut. Mereka terdampar di kawasan tersebut setelah kapal yang mereka tumpangi dihantam badai di perairan Meulaboh, Aceh Barat, dari tujuan sebelumnya ke Australia.

TERKAIT:

ACEH BARAT, KOMPAS.com - Sebanyak 55 pengungsi asal Sri Lanka yang terdampar di perairan desa Babah Lueng Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya melakukan mogok makan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. "Kami sudah dua hari melakukan mogok makan dan berharap dapat segera bertemu dengan pihak UNHCR," kata salah seorang warga Sri Lanka, S Sajanthan (22) di Meulaboh, Kamis (21/5).

Puluhan warga negara Sri Lanka yang sebelumnya ditempatkan di gudang Koperasi Unit Desa (KUD) Alue Bilie sejak Kamis (14/5) lalu itu akan mengakhiri aksinya hingga badan PBB yang menangani pengungsi itu datang menemui mereka.

Menurut warga suku Tamil Sri Lanka yang mengaku tinggal di daerah Kcinochy itu sejak mereka ditempatkan di Lapas, salah seorang rekannya Jesudhas (45) mengalami depresi berat. Warga yang berkulit hitam itu mengaku lebih senang tinggal di gudang KUD daripada di Lapas Meulaboh meskipun mereka bebas keluar masuk dan mendapat perlakuan berbeda dengan tahanan kriminal lainnya.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Meulaboh Surya Santoso mengatakan 55 pengungsi asal Sri Lanka itu dipindahkan dari gudang KUD ke Lapas Meulaboh sejak Rabu (20/5). "Mereka kami pindahkan Lapas ini agar mudah diawasi baik makanan maupun kesehatan serta memudahkan proses penanggulangan," kata Suryo Santoso.

Menurut Surya, gudang KUD Alu Bilie yang mereka tempati sejak 14 Mai lalu kondisinya sangat tidak sehat. Pihak Imigrasi dalam waktu dekat akan menempatkan para pengungsi Sri Lanka itu di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). Namun, lanjut Surya, pihaknya masih menunggu petunjuk Dirjen Imigrasi melalui Kepala Divisi Keimigrasian Aceh.

Di samping itu, Tim Departemen Luar Negeri (Deplu) juga akan segera diturunkan untuk memverifikasi warga Sri Lanka tersebut. Tim yang terdiri dari tiga orang dari Ditjen Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) itu pada Rabu (20/5) sudah melakukan rapat dengan Pemerintah Aceh dan pihak imigrasi terkait keberadaan warga Sri Lanka di Aceh.

Sumber :
Antara