Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 22:05 WIB
Tjokong Tarigan: Hercules Masih Layak Terbang
DHONI SETIAWAN | Kamis, 21 Mei 2009 | 14:19 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Kecelakaan pesawat Hercules C 130 di Desa Geplak, Magetan, Jawa Timur, menyisakan kenangan tersendiri bagi mantan Danlanud Halim Perdanakusuma, Marsda TNI (Purn) Tjokong Tarigan Sibero. Pria 69 tahun ini sudah mengenal betul seluk-beluk pesawat tersebut. Ia bahkan sudah 20 tahun mengoperasikan Si Burung Besar tersebut.

Baginya, peristiwa kecelakaan maut Hercules C 130 di Desa Geplak, Karas, Magetan, Jawa Timur, menyisakan kejanggalan. Dari pengamatannya di televisi, beberapa saksi mata menyebutkan bahwa pesawat tersebut terbang cukup rendah. Di mata Marsda TNI (Purn) Tjokong Tarigan, hal itu menimbulkan tanda tanya.

"Bagi saya, itu tidak mungkin. Pasti ada faktor penyebabnya. Idealnya 5 km dari landasan pacu pesawat harus berada di ketinggiaan 1.500 meter, di bawah itu pasti ada yang tidak beres, bisa jadi pesawat memasuki udara hampa atau pesawat kehilangan kekuatan (lose power)," tambahnya.

Ia membatah isu yang berkembang di masyarakat mengenai segi kelayakan terbang pesawat naas tersbut. "Soal kelayakan terbang, saya yakin pasti layak karena setiap habis terbang, seorang pilot harus melaporkan kerusakan-kerusakan yang terjadi sebelumnya, kemudian akan diperbaiki oleh juru mesin.  Dari perbaikan ini, kemudian akan dicek kembali oleh pilot yang akan menerbangkan pesawat itu. Apabila diperlukan tes terbang, maka akan segera dilakukan juga. Seorang pilot tidak akan berani mengambil risiko berat" ungkapnya.

Dalam bukunya berjudul 50 Tahun Hercules, Tjokong Tarigan meyakini bahwa pesawat tersebut mampu terbang hingga puluhan tahun ke depan. Kemampuannya untuk mengangkut beban bisa mencapai 15 ton.