Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 21:51 WIB
Industri Atsiri Harapkan Kredit Lunak
Erlangga Djumena | Minggu, 17 Mei 2009 | 11:33 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri kecil minyak atsiri (esensial) meminta bank membantu pengadaan kredit lunak guna mendukung pola bapak angkat yang sedang dikembangkan dalam upaya pemenuhan bahan baku sereh dari petani.

"Petani penghasil tanaman sereh sebagai bahan baku untuk pembuatan minyak atsiri, tidak mampu berproduksi maksimal karena keterbatasan bantuan dana kepada petani, untuk itu bank supaya dapat membantu,"kata Manajer Produksi Citronella Grup, Agus Setiono, kelompok industri kecil penghasil minyak atsiri di Jakarta, Minggu (17/5).
   
Agus optimistis kapasitas produksi dapat ditingkatkan beberapa kali lipat dari kondisi saat ini  bila bank mau membantu pendanaan bagi 25 kelompok petani yang selama ini jadi pemasok setia bahan baku sereh.

Produksi minyak atsiri sereh kelompok ini, kata Agus, mencapai 15 ton per bulan, dengan harga jual Rp 85-90 ribu per kilogram (kg) maka dalam sebulan dapat meraup omzet cukup besar Rp 1,35 miliar.

Minyak atsiri yang dihasilkan 25 kelompok penyuling Citronella Grup selain berasal dari sereh, juga dari bahan baku cengkeh dengan produksi 12 ton, nilam 16-17 ton dan lemongres satu ton per bulan.
   
Harga jual minyak atsiri cengkeh Rp 50-55 ribu kg, minyak nilam Rp 230-250 ribu per kg, sedangkan minyak atsiri nilam Rp 250-300 ribu per kg.

Ardan Indra, Manajer Produksi kelompok atsiri Kuningan Jakarta,  mengatakan, potensi pasar minyak atsiri saat ini sangat baik, bukan hanya pasar lokal saja, tetapi juga pasar luar negeri.

"Karena keterbatasan produksi akibat bahan baku dan peralatan masih relatif sederhana, maka hanya mampu menyuplai pasar lokal, sedangkan pasar mancanegara terabaikan,"kata Ardan.

Potensi pasar mancanegara, kata Adan, datang dari pembeli Belgia, Spanyol serta Cina. "Pembeli dari ketiga negara tersebut sudah berulangkali memesan namun belum dapat terpenuhi karena produksi relatif terbatas,"kata Ardan.

Sumber :
Ant