Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 21:51 WIB
Lima Persen, Penurunan Permintaan BBM Industri
Josephus Primus | Sabtu, 16 Mei 2009 | 14:46 WIB
|
Share:

BANDUNG, KOMPAS.com - Permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri di Indonesia turun sekitar lima persen akibat lesunya sektor industri sebagai dampak krisis global.
   
"Ada penurunan sekitar lima persen, dan itu wajar karena dampak krisis global sangat berpengaruh terhadap sektor industri, terutama sektor Tekstil dan Produk Tekstil," kata Wakil Presiden Pemasaran BBM Industri dan Marine PT Pertamina, Haryoto Saleh di sela-sela pertemuan dengan Kepala Operasional PT Pertamina di Kota Bandung, Sabtu (16/5).
   
Menurut Haryoto, permintaan BBM industri dalam setahun mencapai 20 juta kiloliter, namun sejak akhir 2008 lalu ada penurunan sekitar lima persen.
   
Meski demikian, ia optimis permintaan BBM industri tidak akan terlalu signifikan karena masih banyak industri yang tetap bertahan meski terjadi penurunan produksi.  "Kalaupun terus terjadi penurunan, tidak akan melampaui lima persen. Kami optimis permintaan BBM industri akan kembali normal," katanya.
   
Pasalnya, kata dia, sektor industri saat ini sudah mulai menunjukkan pertumbuhan positif, meski tidak terlalu signifikan.
   
Seperti di kawasan industri TPT Bandung Raya, ada geliat pertumbuhan yang cukup baik. Kebutuhan BBM industri di Bandung saat ini mencapai 200 kiloliter per tahun.
   
Sementara itu secara nasional, dari proyeksi 20 juta kiloliter itu pada Mei 2009 ini sudah terserap sekitar 40-43 persen. "Stok BBM industri maupun untuk masyarakat aman, tidak akan terjadi kelangkaan BBM," kata Haryoto Saleh menambahkan.

Sumber :
Ant