Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 21:45 WIB
Dua Bulan Lagi Harga CPO Surut
Josephus Primus | Jumat, 15 Mei 2009 | 18:50 WIB
|
Share:

KOMPAS/AUFRIDA WISMI WARASTRI / Kompas Images
Tumpukan sawit di halaman rumah warga Desa Aek Bange, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang telah mencapai 830 dollar AS per ton pada Kamis (14/5) dan diperkirakan mulai kembali turun ke level 600-650 dollar AS pada Juli.
   
"Kalau tidak ada spekulasi, harga akan kembali pada level 600-650 dollar AS per ton karena bulan Juli produksi CPO kita akan naik," kata Wakil Ketua II Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga, di Jakarta, Jumat (15/5).
   
Oleh karena itu, kenaikan harga minyak goreng di dalam negeri yang rata-rata nasionalnya sudah mencapai Rp 10.000 per kg hanya terjadi sementara. "Harga minyak goreng Rp 10.000 itu hanya sementara saja. Tapi memang sulit untuk harga itu tidak mengikuti harga internasional," ujarnya.
   
Sahat mengungkapkan, stok CPO Indonesia pada Maret mencapai 950.000 ton hingga satu juta ton, sedangkan Malaysia sekitar 1,3 juta ton. Ia memperkirakan, stok CPO pada April telah berkurang karena kontrak ekspor pada kuartal I/2009 mulai dikirimkan. Meski demikian, stok CPO Indonesia selama kuartal II/2009 diperkirakan berkisar pada level 800.000 ton.
   
"Pada kuartal III/2009 tingkat produksi dan permintaan akan sama besarnya, dengan catatan harga minyak bumi stabil tidak naik tinggi," tutur Sahat.
   
Selama 2009 ini, produksi CPO Indonesia diperkirakan mencapai 20 juta ton dan ekspornya akan mencapai 15,5 juta-16,5 juta ton termasuk biodiesel. Pada 2008, ekspor CPO Indonesia mencapai 14,29 juta ton yang sebanyak 33 persennya diserap oleh India.
    
Ekspor CPO selama kuartal I/2009 tidak meningkat banyak dibanding periode yang sama 2008, yaitu hanya mencapai 3,38 juta ton atau sekitar satu juta ton per bulan mengingat banyak terjadi pembatalan kontrak akibat krisis ekonomi global.

Sumber :
Ant