TOKYO. KOMPAS.com — Maskapai penerbangan terbesar Asia, Japan Airlines, Selasa (12/5), memperingatkan, pihaknya memperkirakan berada di zona merah pada tahun ini akibat merosotnya perjalanan udara, memprediksi rugi bersih sebesar 63 miliar yen (650 juta dollar AS).
Proyeksi muncul karena Japan Airlines mengumumkan rugi bersih 63,2 miliar yen untuk tahun keuangan yang berakhir Maret, sejalan dengan estimasi yang dirilis bulan lalu.
Pada tahun sebelumnya, perusahaan penerbangan ini membukukan laba bersih 16,9 miliar yen.