BEIRUT, KOMPAS.com - Pihak berwenang Lebanon menangkap tiga orang, termasuk dua bersaudara, atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata bagi Israel, sehingga jumlah orang yang ditahan karena spionase pada 2009 menjadi 16. "Kedua bersaudara itu sedang diinterogasi dan rumah mereka diperiksa", kata seorang pejabat Lebanon, dengan menambahkan bahwa mereka ditahan di kota Ghaziye dekat kota pelabuhan Sidon, Lebanon selatan.
"Seorang tersangka ketiga ditangkap atas tuduhan melakukan spionase di Lebanon selatan pada Jumat (8/5) malam (waktu setempat)," kata pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya itu. Aparat keamanan menangkap hampir 20 orang yang dituduh melakukan kegiatan mata-mata bagi Israel sejak Januari, namun pejabat itu mengatakan bahwa tiga orang dari mereka telah dibebaskan karena kurang bukti.
Seorang pensiunan jendral termasuk diantara mereka yang ditahan oleh pihak berwenang. Mantan Brigjen Adib al-Aalam ditangkap bersama istrinya, Hayat Saloumi, dan keponakannya, Joseph Al-Aalam, dan dituntut pada April dalam kasus spionase.
Bila terbukti bersalah, mereka bisa dikenai hukuman mati atau penjara seumur hidup di Lebanon, yang hingga kini secara teknis masih dalam keadaan perang dengan Israel. "Ketiga orang itu dituduh memberi Israel informasi mengenai lokasi-lokasi sipil dan militer Suriah dan Lebanon "dengan tujuan mempermudah serangan Israel," kata seorang pejabat pengadilan bulan lalu.
Aalam ditangkap di kantornya dekat Beirut pada 14 April bersama istrinya. Ia menjalankan bisnis jasa rumah-tangga yang menurut tuduhan digunakannya sebagai kedok untuk melakukan kegiatan mata-mata bagi Israel.
Polisi Lebanon bernama Haytham Sahmarani ditangkap bersama istrinya pada Minggu larut malam di daerah pinggiran selatan Beirut, yang merupakan markas kelompok militan Syiah Hizbullah yang berjuang melawan Israel dalam perang yang menghancurkan Lebanon pada 2006.
Dua pria Lebanon dan seorang warga Palestina juga ditangkap pada 25 April atas tuduhan melakukan aksi mata-mata untuk Israel dan dikait-kaitkan oleh pemerintah dengan pensiunan jendral itu. Sementara seorang tersangka lain, Marwan Fakih, ditangkap di Lebanon selatan pada Februari.

