Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:47 WIB
Bak Melintas Trans-Kalimantan di Jabar Selatan
M Suprihadi | Rabu, 6 Mei 2009 | 22:55 WIB
|
Share:

CIANJUR, KOMPAS.com — Kondisi jalan lintas selatan kawasan Jawa Barat bagian selatan, terutama dari Pangandaran sampai perbatasan Garut-Cianjur, sebenarnya tidaklah jelek-jelek amat.

Di beberapa ruas memang ada kerusakan, tetapi umumnya aspal jalan masih baik meski permukaannya bergelombang sehingga tak nyaman ketika dilalui.

Selain itu, badan jalan juga sempit, hanya pas untuk dua kendaraan sehingga terkadang mobil harus berhenti jika berpapasan. Sejumlah jembatan juga masih berupa jembatan kayu yang sempit.

Pada kondisi sekarang memang sepertinya mencukupi karena arus kendaraan masih sangat jarang, dan kegiatan ekonomi belum berkembang.

Akan tetapi, kondisi itulah yang dikeluhkan masyarakat selatan Jabar yang ingin daerahnya juga berkembang seperti halnya kawasan utara dan tengah.

Apalagi ketika perjalanan mulai memasuki Kabupaten Cianjur jalan menyempit dan rusak parah. Aspal sudah tak lagi tersisa, batu-batu krakal berserakan.

Ditambah dengan topografi yang berbukit, jalan naik turun terjal, perjalanan Tim Ekspedisi Susur Selatan Jawa Harian Kompas 2009, Rabu (6/5), harus ekstra hati-hati.

Untuk menempuh jarak sekitar 10 km dari perbatasan Cianjur-Garut sampai ibu kota Kecamatan Cidaun diperlukan waktu hampir 90 menit. Dalam pemantauan Kompas.com, jalur selatan Cianjur ini mirip jalan trans-Kalimantan. Di beberapa ruas bahkan kondisinya jauh lebih buruk dari trans-Kalimantan.

"Padahal ini Jawa lho bung," kata seorang rekan.