CIAMIS, KOMPAS.com — Setelah dilakukan serah terima tongkat estafet dari tim Jateng kepada tim Jabar, tim ekspedisi Susur Selatan Jawa Harian Kompas 2009, Selasa (5/5) pagi ini, dilepas resmi oleh Wakil Bupati Ciamis H Iing Syam Arifin dari kantor kepala Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucung. Selanjutnya, tim akan berpencar ke sasaran liputan masing-masing, yakni di wilayah Kabupaten Ciamis dan Garut.
Dalam sambutannya, Iing mengungkapkan betapa kuatnya pengaruh pemberitaan Kompas. Tahun 1980-an misalnya Kompas memberitakan Majingklak sebagai kampung termiskin di dunia. Ketika itu, Bupati Ciamis sangat terkaget-kaget, tetapi hasilnya juga luar biasa. Pemerintah langsung membangun infrastruktur. "Dalam waktu tiga bulan jalan selesai dibangun dan masyarakat bisa naik sepeda," katanya.
Karena itu, Iing berharap ekspedisi ini bisa juga mengangkat persoalan yang dihadapi masyarakat selatan Jawa, khususnya Ciamis. Ia juga berterima kasih atas bantuan tempat pelelangan ikan (TPI) di Legok Jawa yang dibantu oleh Dana Kemanusiaan Kompas. TPI itu sekarang bahkan sudah sangat berkembang karena pengelolanya berjalan dengan baik.
Setelah tim dilepas, pagi ini kegiatan pengobatan gratis segera dimulai. Masyarakat sasaran sudah berdatangan ke lokasi sejak pukul 08.00 tadi.
Sebelumnya, Kepala Desk Nusantara Hariadi Saptono mewakili manajemen Kompas secara simbolis menyerahkan bantuan buku kepada Wakil Bupati Ciamis.
