Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 21:13 WIB
Petambak Cilacap Butuh Bantuan Modal
M Suprihadi | Senin, 4 Mei 2009 | 14:07 WIB
|
Share:

CILACAP, KOMPAS.com — Salah satu tim ekspedisi susur selatan Jawa harian Kompas 2009 Senin (4/5) siang ini baru saja mengunjungi kampung nelayan di Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.

Di salah satu kampungnya, Lempok Pucung, tim menjumpai sejumlah petambak kepiting, bandeng, dan udang. Namun, usaha mereka terkendala keterbatasan modal usaha. Untuk menanam bibit kepiting soka 5 kg saja mereka tak mampu menyediakan modal sekitar Rp 1 juta. Padahal, dengan modal sekecil itu saja dalam empat bulan bisa dipanen senilai Rp 3 jutaan. "Di sini susah cari pinjaman modal. Kalau ada bunganya mencekik," kata seorang petambak, Salim (55).

Salim dan sejumlah petambak lain, seperti Sukirman dan Parmin, berharap ada pihak pemodal yang memang tulus mau membantu petambak. Selain soal tambak, nelayan di Dusun Motean, Desa Ujung Halang, juga berharap bantuan yang sifatnya modal usaha, bukan karitatif, seperti BLT ataupun raskin.

Desa Ujung Halang merupakan bagian dari wilayah geografis Pulau Nusakambangan. Letaknya di barat daya Cilacap kota, kira-kira 1,5 jam perjalanan menggunakan kapal nelayan jenis sompreng carteran.

Masyarakatnya secara umum bekerja sebagai nelayan dan petani. Di antara mereka ada yang menambak meski jumlahnya belum banyak. Kegiatan petambak ini juga dikhawatirkan akan membawa dampak negatif pembukaan hutan bakau tak terkendali.