Sabtu, 20 Desember 2014

News / Regional

Cegah Flu Babi, Penumpang Luar Negeri Jadi Perhatian

Kamis, 30 April 2009 | 18:50 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Sebanyak dua pintu kedatangan penumpang luar negeri di Sumatera Utara menjadi perhatian petugas kesehatan. Hal ini dilakukan petugas untuk mencegah penularan virus flu babi yang merebak di Meksiko. Perhatian utama tertuju pada penumpang yang menderita demam dengan memaksimalkan alat pendeteksi suhu tubuh.  

"Kasus penderita positif flu ini semakin meluas ke negara lain. Prioritas kewaspadaan kami pada penumpang yang berasal dari negara yang ada kasus flu babi. Karena itu, kami perlu meningkatkan penjagaan di terminal kedatangan penumpang luar negeri," tutur Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilance Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan Masrip Sarumpaet, Kamis (30/4) di Medan.

Perhatian lebih dilakukan di Bandar Udara Polonia, Medan, karena di tempat ini jumlah penumpang dari luar negeri lebih banyak dibanding Pelabuhan Belawan. Setiap hari, di Polonia terdapat 15 jadwal kedatangan penerbangan luar negeri. Dari semua jadwal ini, enam di antaranya dari Penang (Malaysia), empat Kuala Lumpur (Malaysia), dan lima Singapura.

Selain petugas jaga, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan menempatkan thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh manusia) dan body clean disinfeksi (alat pencuci hama pada manusia). Setiap hari, kedua alat ini beroperasi sejak jadwal penerbangan pertama sekitar pukul 07.00 sampai pukul 22.00.

Thermal scanner secara otomatis menunjukkan tanda warna merah pada layar komputer jika kamera video menangkap pergerakan seseorang yang demam. Petugas akan menghentikan penumpang tersebut sebelum masuk ke body clean disinfeksi. Meski dua alat ini sudah terpasang sejak Februari lalu di Bandara Polonia, Medan, petugas belum menemukan penumpang dari luar negeri yang dalam kondisi demam.

Mekanisme yang sama juga kami berlakukan di Pelabuhan Belawan. Namun, di Belawan petugas menggunakan alat thermal scanner melalui kuping penumpang. Sebelum penumpang turun ke dermaga, petugas masuk ke kapal memeriksa penumpang yang demam dengan memasukkan alat pendeteksi suhu tubuh ke kuping penumpang. Demikian dikatakan Masrip.

Secara terpisah, Kepala Seksi Veteriner Dinas Peternakan Sumut Nurdin Lubis mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut memperketat peredaran babi dari satu daerah ke daerah lain. Pengetatan mobilitas babi ini dilakukan dengan memberlakukan surat kesehatan hewan dari dinas terkait jika ada perpindahan babi. Flu babi yang merebak di Meksiko menular dengan perantaraan hewan babi.

 

 

 


Editor :