Minggu, 21 Desember 2014

News / Megapolitan

DKI Siapkan Lima Langkah Cegah Flu Babi

Kamis, 30 April 2009 | 18:37 WIB

Jakarta, Kompas.com - Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta, Edy Setiarto, menyatakan, Pemprov menyiapkan lima langkah untuk mencegah penyebaran virus flu babi (swine influenza).

Langkah pertama adalah peningkatan pengawasan lalulintas ternak babi antardaerah. Setiap ternak babi harus dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal dan dokumen pengeluaran/pemasukan ternak. Kedua, DKPKP melakukan penataan karantina dan rumah potong hewan (RPH) babi di Kapuk, Jakarta Barat, dengan meningkatkan bio sekuriti kandang penampungan, tempat pemotongan, kendaraan dan peralatan RPH, serta pemeriksaan antemortum dan postmortum di RPH Babi Kapuk.

Ketiga, Dinas KPKP DKI Jakarta juga akan melakukan surveilans (uji serologis) terhadap virus H1N1 serta meningkatkan pengawasan dan penertiban pemotongan babi di luar RPH. “Bila ditemukan penyakit flu babi akan dilakukan langkah isolasi, diagnosa lanjut, dan stamping out,” kata Edy Setiarto, di Jakarta, Kamis (30/4).

Langkah selanjutnya, para pelaku yang mengalami kontak langsung dengan ternak babi diwajibkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan. Langkah terakhir, Dinas KPKP  segera melakukan sosialisasi serta membuat surat edaran kepada pelaku usaha atau pemotong ternak babi adat di luar RPH agar memotong babi di RPH Kapuk.

Karena itu, Edy Setiarto meminta masyarakat tidak perlu panik. Masyarakat yang mengonsumsi daging babi diminta agar memasaknya hingga matang pada suhu minimal 80 derajat celcius dan dibiarkan selama lima menit. Dalam suhu itu virus dijamin akan mati dan tidak ada penyebaran dalam daging.

Edy menjelaskan, secara klinis kasus flu babi di Indonesia, khususnya di Jakarta, hingga saat ini belum ditemukan.

Ia juga mengemukakan, peternakan babi di Jakarta sudah tidak ada lagi karena telah ditutup sejak tahun 1992. Namun Jakarta masih mempunyai satu RPH (rumah potong hewan) Babi yang berlokasi di Kapuk, Jakarta Barat. Kapasitas pemotongan di RPH ini mencapai 500 babi per hari. Pasokan babi yang masuk ke DKI Jakarta, 90 persen dari Jawa Tengah, dan 10 persen lagi dari Sumatera Utara dan Kalimantan Barat. “Hingga sekarang, di daerah pemasok babi tersebut belum ditemukan adanya flu babi. Jadi masih relatif aman,” katanya.


Editor :
Sumber: