LONDON, KOMPAS.com — Ratu Elizabeth II melakukan satu hal yang tak biasa dilakukannya. Ratu mengirim pesan lewat e-mail.
Pesan itu dikirim kepada 23 pemuda di seluruh dunia. Mereka menulis blog seputar hidup dan pengalaman mereka di lingkungan negara Persemakmuran. Persemakmuran Inggris tengah merayakan ulang tahunnya ke-60.
Kembali ke tahun 1976, Ratu adalah pembuat tren. Dia menjadi anggota kerajaan pertama yang mengirim e-mail saat mengunjungi sebuah basis militer. Dia mendemonstrasikan teknologi yang kala itu masih sangat baru.
Dalam beberapa tahun kemudian, saat pengguna internet semakin meningkat, ternyata Ratu masih menggunakan sistem komunikasi konvensional, yaitu surat dan telegram. Saat ini, dalam bulan yang sama dia menerima iPod dari Presiden AS Barack Obama, Ratu sekali lagi bersentuhan dengan internet.
Penyebabnya sangat jelas. Tema perayaan ulang tahun Persemakmuran kali ini adalah "melayani generasi baru". Pesan elektronik Ratu ditujukan bagi para pemuda, pengguna internet yang beberapa di antara mereka tinggal di lokasi terpencil. Semua penerima, dari Kanada, Papua Niugini, dan Jamaika telah mengirim foto dan akun internet pribadi ke situs resmi kerajaan Inggris.
Mereka juga menggambarkan sekilas kehidupan mereka di berbagai negara anggota Persemakmuran. Misalnya Ashton Usher, pemuda 22 tahun ini menggambarkan kehidupan para pemuda di Belize, Amerika Tengah. Ashton juga menceritakan kehidupannya di Belize kepada Ratu.
Tulisannya berkisar pada kehidupan sehari-hari, misalnya bermain sepak bola bersama kawan-kawan, menyantap mangga dan kelapa di pantai Karibia, dan mencari ikan. Menurut Ashton, Persemakmuran sama dengan Belize, sebuah negara merdeka yang menunjukkan kepada dunia bahwa dia tak sendirian.
Bos Persemakmuran
Sementara bagi Katrina Barber, Ratu adalah "bos" Persemakmuran. Gadis berusia 12 tahun yang tinggal di peternakan terpencil 200 km dari Alice Spring Australia ini ingin bertanya pada Ratu apakah bersedia menukar istananya dengan semak belukar Australia.
Dalam suratnya kepada Ratu, Katrina menulis, "Saya ingin menikahi pemuda lokal dan tinggal di sini karena saya sangat mencintai kawasan semak belukar ini."
Ashton, Katrina, dan 21 pemuda warga Persemakmuran lainnya menerima balasan e-mail dari Istana Buckingham. Di kepala surat tertulis "Sebuah Pesan dari Yang Mulia Sang Ratu" dan ditandatangani "Elizabeth R". Ratu menulis bahwa dia telah membaca semua surat yang masuk dengan penuh semangat.
Dia melanjutkan, "Hari ini kami merayakan nilai dan aspirasi Persemakmuran yang telah mengikat keluarga bangsa-bangsa ini melampaui sejarah dan saya harap akan memberi inspirasi generasi mendatang."
Isi pesan itu tidak luar biasa. Metode pengirimannya unik. Alamat e-mail yang digunakan pun dengan cepat menghilang. Apakah alamatnya queen.elizabeth@royal.gov.uk? Atau apa?
Apa pun alamatnya, Ratu tak akan membanjiri kotak-kotak surat di seluruh dunia dengan pesan-pesannya. Toh, dalam usia 83 tahun mengirim e-mail tidak akan menjadi kebiasaan baru sang Ratu.
