BISHKEK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Kirgistan Igor Chudinov, Rabu (29/4) membantah pihaknya sedang melakukan perundingan dengan Amerika Serikat mengenai nasib sebuah pangkalan udara penting AS yang digunakan untuk mendukung operasi-operasi di Afghanistan.
Pernyataannya itu dibuat agaknya menanggapi sebuah pernyataan dari Pentagon, Selasa bahwa AS mencapai "kemajuan" dalam perundingan-perundingan untuk tetap menggunakan pangkalan udara Manas, yang Kirgistan perintahkan ditutup awal tahun ini.
"Tidak ada satu pengaturan pun, tidak ada satu izin pun dan tidak ada seorang pun pejabat pemerintah terlibat dalam perundingan," kata PM Igor Chudinov kepada wartawan.
Pangkalan udara Manas adalah satu tempat penting bagi militer AS dan sekutu-sekutu NATO untuk mengangkut puluhan ribu tentara masuk dan keluar Afganistan setiap tahun serta sejumlah besar pasokan.
Pemerintah Kirgistan mengumumkan pihaknya akan mengeluarkan miiter AS setelah Moskwa setuju memberikan pinjaman senilai lebih dari dua miliar dolar AS kepada negara miskin bekas republik Sovyet itu.
Sejak penutupan itu diumumkan, Washington mengamankan sebuah rute pengiriman bagi kargo tidak berbahaya melalui beberapa negara Asia Tengah lainnya, tetapi perjanjian-perjanjian itu tidak menyebut masalah pengiriman pasukan dan peralatan militer.
