Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 20:59 WIB
Kirgistan Bantah Berunding dengan AS
Josephus Primus | Rabu, 29 April 2009 | 20:17 WIB
|
Share:

AP photo/Ivan Sekretarev
Pesawat tanker KC-135 milik AU AS (kiri) terlihat di dekat pesawat komersial Tu-134 milik Kirgistan di pangkalan militer AS yang berlokasi berdampingan dengan Bandara Internasional Manas, sekitar 30 kilometer dari Bishek, ibu kota Kirgistan, pada 1 Maret 2005. Kirgistan, Rabu (4/2), menegaskan akan segera menutup pangkalan militer AS yang dipakai untuk mendukung operasi antiteroris di Afganistan.

TERKAIT:

BISHKEK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Kirgistan Igor Chudinov, Rabu (29/4) membantah pihaknya sedang melakukan perundingan dengan Amerika Serikat mengenai nasib sebuah pangkalan udara penting AS yang digunakan untuk mendukung operasi-operasi di Afghanistan.
    
Pernyataannya itu dibuat agaknya menanggapi sebuah pernyataan dari Pentagon, Selasa bahwa AS mencapai "kemajuan" dalam perundingan-perundingan untuk tetap menggunakan pangkalan udara Manas, yang Kirgistan perintahkan ditutup awal tahun ini.
    
"Tidak ada satu pengaturan pun, tidak ada satu izin pun dan tidak ada seorang pun pejabat pemerintah terlibat dalam perundingan," kata PM Igor Chudinov  kepada wartawan.
    
Pangkalan udara  Manas adalah satu tempat penting bagi militer AS dan sekutu-sekutu NATO untuk mengangkut puluhan ribu tentara masuk dan keluar Afganistan setiap tahun serta sejumlah besar pasokan.
    
Pemerintah Kirgistan mengumumkan pihaknya akan mengeluarkan miiter AS setelah Moskwa setuju memberikan pinjaman senilai lebih dari dua miliar dolar AS kepada negara miskin bekas republik Sovyet itu.
    
Sejak penutupan itu diumumkan, Washington mengamankan sebuah rute pengiriman bagi kargo tidak berbahaya melalui beberapa negara Asia Tengah lainnya, tetapi perjanjian-perjanjian itu tidak menyebut masalah pengiriman pasukan dan peralatan militer.

 

Sumber :
Ant