Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 20:58 WIB
Caleg India Andalkan Lilin dan Layang-layang
Tri Mulyono | Rabu, 29 April 2009 | 11:35 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI
ilustrasi

TERKAIT:

NEW DELHI, KOMPAS.com — Akankah lilin menerangi jalan mereka ke parlemen? Atau akankah layang-layang melambungkan impian mereka tinggi ke angkasa?

Meskipun lilin dan layang-layang mungkin tak berkaitan dengan keputusan pemilih, para calon anggota dewan legislatif (caleg) di ibu kota India, New Delhi, merasa mereka dapat menang dalam pemungutan suara dengan menggunakan "jimat" pemilihan umum itu.

Lilin telah dibagikan sebagai lambang pemungutan suara di semua tujuh dewan konstituante kepada calon yang bersaing melalui jalur independen. Demikian dilaporkan Press Trust of India (PTI).

"Sebagian calon tampak terpesona juga dengan kipas angin layang-layang dan langit-langit," kata seorang pejabat senior pemilihan umum. "Kami harus menarik banyak orang guna membagikan lambang pemungutan suara ini," kata pejabat itu.

Sebaliknya, lambang seperti "gunting, biola, baju rok, dan garpu" tak dapat menarik perhatian calon karena tak ada seorang calon pun yang mengambil "jimat" tersebut. Juga tak banyak minat pada lambang yang dapat dimakan seperti "es krim, pisang, jagung, kelapa, dan roti".
 
Sebanyak 49 lambang gratis ditawarkan bagi calon independen dan dari partai yang tak terkenal. Caleg dari kelompok ini tak memiliki lambang permanen dalam pemilihan umum.

Sumber :
Ant