JAKARTA, KOMPAS.com - Total belanja iklan pada kuartal pertama 2009, Januari - Maret 2009, didominasi oleh iklan dari Pemerintah dan Partai Politik untuk kategori gabungan, yaitu koran, televisi, dan majalah-tabloid. Jumlahnya mencapai Rp 1,065 triliun. Jumlah itu naik 289 persen jika dibanding kuartal pertama 2008 yang hanya berjumlah Rp 289 miliar.
Demikian diungkap Peneliti dari Departemen Bisnis Neilson Indonesia Maika Randini dalam pemaparan Belanja Iklan Kuartal Pertama 2009. "Belanja iklan pemerintah dan parpol ini mengalahkan communication equipment, service yang biasanya berada pada posisi pertama," kata Maika.
Lebih lanjut, Maika merinci iklan pemerintah dan parpol berdasaran top product pada media televisi, koran, majalah dan tabloid. Untuk kategori televisi biaya yang dihabiskan adalah Rp 316 miliar. Yang masuk top product adalah Partai Demokrat yang mengeluarkan Rp 59,143 miliar dan Partai Golkar dengan dana Rp. 57,035 miliar. "Untuk kategori ini iklan pemerintah dan parpol berada di urutan kedua setelah communication equipment, service. Contoh iklannya Axis-GSM Sim Card," kata Maika.
Pada kategori koran, lanjutnya, iklan pemeritah dan parpol berada di urutan pertama dengan jumlah biaya Rp. 739 miliar. Jumlah ini naik 228 persen dari kuartal pertama 2008 yang hanya sebesar 225 persen. Lima parpol yang masuk top product di koran untuk kuartal ini adalah Partai Golkar dan Partai Demokrat di urutan pertama dan kedua, Partai PDI Perjuangan dan PAN di urutan empat dan lima, serta PKS di urutan sepuluh. Secara berurutan kelima parpol ini membelanjakan uangnya dalam rupiah sebesar 128,045 miliar, 61,495 miliar, 45,453 miliar, 33,064 miliar, 25,950 miliar.
"Iklan di koran tinggi karena parpol ingin masyarakat dapat melihat kader dan parpolnya dengan lebih jelas. Kalau di TV sekilas, hanya memperlihatkan tokoh saja," ungkap Maika.
Terakhir, untuk kategori majalah-tabloid iklan pemerintah dan parpol berada di urutan kedelapan. Namun begitu, iklan ini tetap mengalami kenaikan yaitu sebesar 67 persen dibanding kuartal pertama 2008. Parpol yang masuk top product hanya Partai Demokrat. Partai berlambang bintang segitiga ini menggelontorkan uangnya sebanyak Rp. 2,417 miliar.
"Menaiknya belanja iklan pemerintah dan parpol ini sangat terkait dengan penyelenggaraan pemilu," pungkas Maika.
Hasil penelitian di atas dilakukan berdasarkan 102 jenis koran, 163 majalah dan tabloid dan 19 stasiun televisi. Maika meminta penegasan khusus kalau angka-angka yang tersebut adalah published rate card, tidak termasuk iklan baris dan tidak menghitung diskon, promo, dan lain-lain.
