SEOUL, KOMPAS.com — Korea Selatan (Korsel) akan mengusulkan penyelenggaraan perundingan antar-Korea pekan depan menyangkut masalah proyek kawasan industri gabungan di daerah Korea Utara (Korut). Demikian dikatakan sumber-sumber yang mengetahui, Senin (27/4).
Perundingan itu merupakan tindak lanjut dari satu pertemuan yang diselenggarakan pekan lalu di Kaesong, tempat Korut menuntut dimulainya kembali perundingan mengenai kenaikan upah untuk para pekerja Korut di sana dan peninjauan menyeluruh berbagai kontrak. "Pemerintah akan mengirim usul-usulnya pekan ini," kata satu sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Satu sumber lain mengatakan, Seoul akan mengusulkan perundingan itu diselenggarakan Kamis depan. "Tergantung apakah Korut akan setuju pada usul kami, tetapi (pertemuan) itu mungkin diselenggarakan setelah Hari Anak-Anak yang jatuh pada Selasa," kata sumber itu.
Dalam pertemuan pekan lalu, Pyongyang menuntut Seoul menetapkan tanggal bagi pertemuan putaran mendatang secepat mungkin. Hal itu dikatakan para pejabat di Seoul.
Korut mengatakan, perundingan itu dipusatkan hanya pada masalah yang berkaitan dengan kawasan industri Kaesong, seperti tuntutan agar perusahaan Korsel mulai membayar biaya penggunaan tanah dari tahun 2010 bukannya tahun 2014 sebagaimana disepakati sebelumnya.
Akan tetapi, Seoul mengatakan bahwa kedua Korea juga harus membicarakan masalah lain antar-Korea termasuk pembebasan seorang pekerja Korsel yang ditahan di Kaesong.
Pekerja itu, yang kabarnya adalah seorang insinyur berusia sekitar 40 tahun, ditahan 30 Maret setelah dituduh mengecam rezim komunis itu dan berusaha menghasut seorang perempuan Korut agar membelot ke Korsel.
Korut menolak memberikan izin untuk mengunjungi pekerja Korsel yang bekerja pada perusahaan Hyundai Asan, pengembang dan operator Korsel di kawasan industri Kaesong.


