KABUL, KOMPAS.com — Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Senin (27/4), berembuk dengan Presiden Afganistan Hamid Karzai mengenai satu strategi baru memerangi "wadah terorisme" di distrik perbatasan dengan Pakistan.
Brown mengatakan, pendekatan baru itu, menurut rencana, akan diungkapkan secara resmi Rabu dengan memperlakukan Afganistan dan Pakistan secara "berbeda tetapi saling melengkapi".
Brown mengunjungi pasukan Inggris di Camp Bastion di Provinsi Helmand, dan ibu kota Provinsi Lashkar Gah sebelum bertemu dengan Kepala Pemerintah Afganistan dukungan Barat di Kabul. "Daerah-daerah perbatasan ini yang terletak antara Pakistan dan Afganistan adalah tempat berkembangnya terorisme," kata Brown dalam satu jumpa pers dengan Karzai.
Inggris adalah penyumbang terbesar kedua pasukan asing di Afganistan setelah Amerika Serikat. Negara tersebut menggelar sekitar 8.300 orang sebagai bagian dari pasukan pimpinan NATO yang sebagian besar ditempatkan di selatan, pusat kegiatan gerilyawan Taliban.
Pengumuman strategi itu menyusul kekhawatiran yang meningkat di Barat atas gerak maju Taliban di Pakistan. Washington menempatkan Taliban pada posisi utama dalam memerangi Al Qaeda dan kemungkinan memberikan dampak bagi perang di Afganistan. "Pendekatan kami terhadap negara-negara ini berbeda, tetapi harus saling melengkapi," katanya.
Strategi baru itu akan diungkapkan dalam sebuah pernyataan di London, Rabu, dan Brown diperkirakan akan membicarakannya dengan Karzai, Senin.
Inggris dan negara-negara lain anggota NATO menjanjikan 5.000 tentara tambahan untuk Afganistan menjelang pemilihan presiden yang menurut rencana akan diselenggarakan 20 Agustus. AS akan menambah 21.000 tentara.
Ada sekitar 70.000 tentara NATO dan pasukan pimpinan AS di Afganistan untuk memerangi gerilyawan Taliban, yang disingkirkan dari pemerintah oleh invasi pimpinan AS setelah serangan 11 September 2001 di AS.
