Demikian diungkapkan Direktur Pengelola Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn, Sabtu (25/4) di Washington.
”Semua orang senang dengan apa yang telah dilakukan dengan stimulus fiskal, semua sepakat juga perlu diadakan pembersihan sistem finansial,” ujar Strauss-Kahn di sela-sela pertemuan IMF, Bank Dunia, dan para menteri keuangan yang berlangsung tiga hari, 24-26 April. Tampaknya semakin jelas bahwa saat ini tidak ada lagi perbedaan pandangan mengenai bagaimana sebaiknya menangani krisis ini.
Belakangan terjadi perdebatan bagaimana mengatasi krisis terburuk sejak depresi besar tahun 1930-an, seperti seberapa banyak uang yang harus dibelanjakan pemerintah untuk membuat perekonomian bergerak lagi.
AS mengusulkan agar pemerintah membelanjakan berapa pun besarnya untuk menggulirkan kembali roda perekonomian. Adapun Eropa, khususnya Jerman, menolak mengucurkan dana lagi karena takut terjebak utang dan lebih suka menunggu efektivitas stimulus yang sebelumnya sudah dikucurkan.
Strauss-Kahn menyatakan, IMF tepat karena menekankan diperlukannya pembersihan aset bermasalah di bank karena pemulihan tidak akan dapat berjalan tanpa ada kucuran kredit dari perbankan. Pemulihan yang sesungguhnya sangat tergantung pemulihan aset ini, ujar Strauss-Kahn dalam jumpa persnya. Strauss-Khan juga menegaskan, IMF saat ini merupakan pusat koordinasi kebijakan atas krisis.
Ketika ditanya berapa sebenarnya jumlah stimulus fiskal yang diperlukan pada 2010, ketika perekonomian global diharapkan mulai membaik, Strauss-Kahn menyatakan, jumlahnya tidak dapat ditentukan sampai hasil tahun 2009 diketahui.
Strauss-Kahn juga mengatakan mendukung kesepakatan untuk memberi tambahan dana bagi IMF sehingga lembaga tersebut dapat membantu lebih banyak lagi negara miskin yang terkena dampak krisis. Kemungkinan IMF akan menerbitkan obligasi untuk mendapat dana tambahan, kata Strauss-Kahn.
”Pencapaian kunci pertemuan hari ini adalah mendapatkan keyakinan untuk melipatkan sumber dana pinjaman IMF,” demikian IMF.
Pada tahap pertama, dana tambahan sebesar 250 miliar dollar AS akan disalurkan melalui fasilitas khusus untuk membantu negara anggota yang memerlukan pendanaan eksternal. Adapun 250 miliar dollar AS lainnya akan tersedia seperti kesepakatan dalam pertemuan G-20.
Sementara Bank Dunia meluncurkan program infrastruktur senilai 55 miliar dollar AS sebagai upaya menolong negara berkembang mengatasi krisis. ”Paket stimulus di negara maju juga harus diiringi dengan dukungan bagi negara yang tidak mampu melakukan stimulus,” ujar Presiden Bank Dunia Robert Zoellick.
Pertemuan IMF di Washington itu juga dibayangi dengan aksi demonstrasi. Tujuh orang ditahan karena berusaha menghentikan jalannya pertemuan. Enam ditahan karena vandalisme dan satu orang karena menghina petugas polisi,” ujar juru bicara kepolisian Washington.
