BEIRUT, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Minggu (26/4), berjanji tidak akan mengorbankan Libanon dalam pendekatan yang dilakukan antara AS dan Suriah. "Kami tidak akan melakukan hal merusak kedaulatan Libanon," kata Hillary dalam jumpa wartawan setelah berembuk dengan Presiden Libanon Michel Sleiman.
"Jadi saya ingin menjamin kepada semua rakyat Lebanon bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah membuat satu perjanjian dengan Suriah dengan mengorbankan Libanon atau rakyat Libanon," tambah Hillary. Pernyataan Hillary itu disampaikan dalam satu kunjungan yang tidak diumumkan di Libanon.
Hillary mengaku lega dengan pembukaan hubungan diplomatik antara Beirut dan Damaskus untuk pertama kali sejak kedua negara itu merdeka 60 tahun lalu.
Suriah menarik pasukannya dari Libanon April 2005 mengakhiri pendudukan hampir 30 tahun dominasi politik dan militer.
Penarikan itu dilakukan pada saat kecaman masyarakat terhadap pembunuhan mantan PM Libanon Rafiq Hariri dalam satu ledakan bom di Beirut Februari tahun itu. Banyak pihak menuduh Damaskus terlibat dalam pembunuhan dan serangkaian serangan terhadap tokoh anti Suriah sejak itu, tetapi Suriah membantah keras terlibat.
