CARACAS, KOMPAS.com — Presiden Venezuela Hugo Chavez mengakui telah membeli rudal bermanuver darat ke udara Rusia. Rusia juga mengumumkan pembentukan satuan pasukan khusus yang dilatih untuk menggunakan persenjataan baru.
Chavez menjelaskan, rudal tersebut ditujukan sebagai kewaspadaan negaranya mengantisipasi kemungkinan serangan militer negara lain dan tidak untuk melancarkan serangan militer terhadap negara lain. "Venezuela tak ingin mengobarkan perang dengan negara lain, tetapi kami berkewajiban memperlengkapi diri dan mempunyai militer yang berdedikasi," kata Chavez dalam sebuah parade militer di Caracas.
Rudal yang dibeli Venezuela dari Rusia adalah rudal portabel seberat 19 kilogram dan berdaya jangkau 6.000 meter yang dilengkapi dengan petunjuk arah otomatis. "Rudal ini dapat menempuh medan seperti pegunungan, perbukitan, serta perairan dan menyarangkan serangan pada target yang ditentukan. Setiap pria atau wanita dapat membawa dan mengoperasikan rudal ini," tambah Chavez.
Chavez tak menyebutkan berapa banyak rudal yang dibeli dan berapa biaya yang dikeluarkan. Venezuela telah membeli persenjataan Rusia hingga lebih dari 4 miliar dollar AS dalam beberapa tahun terakhir.
Persenjataan itu mencakup 100.000 pucuk senjata Kalashnikov, beberapa jet Sukhoi, serta helikopter tempur. Venezuela juga masih dalam tahap negosiasi untuk membeli tank T-72 dan kendaraan tempur Rusia.
