Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:57 WIB
Teroris Mumbai Belum Genap 17 Tahun
Benny N. Joewono | Sabtu, 18 April 2009 | 06:51 WIB
|
Share:

MUMBAI, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan India hari Jumat menolak upaya tersangka militan muslim yang ditangkap selama serangan-serangan tahun lalu di Mumbai untuk memindahkan kasusnya ke sebuah pengadilan anak-anak.

Pengacara Abbas Kazmi, yang membela Mohammed Ajmal Kasab, seorang warganegara Pakistan, mengatakan, kliennya menjelaskan kepadanya bahwa ia "bahkan belum mencapai usia 17 tahun" ketika serangan itu terjadi pada November lalu.

"Ia masih di bawah 18 tahun. Dalam keadaan seperti itu ia dianggap sebagai seorang anak dan pengadilan ini tidak memiliki kewenangan hukum untuk menyidangkan kasusnya," kata Kazmi kepada pengadilan yang menyidangkan kasus tersebut.

"Kasus itu seharusnya dipindahkan ke pengadilan anak berwenang yang sesuai. Sebagai seorang anak ia seharusnya diperlakukan demikian. Kami tidak bisa melanjutkannya," kata pengacara itu.

Namun, jaksa penuntut umum Ujwal Nikam menolak permintaan itu dengan mengatakan bahwa dalam "pernyataan pengakuan" Kasab kepada polisi dan pada penyerahannya ke penjara, ia menyatakan berusia 21 tahun.

"Pada hari insiden (26 November 2008), ia telah berusia 21 tahun, dua bulan dan sekitar 13 hari," kata Nikam.

Hakim M. L. Tahiliyani meminta Kasab berdiri di tempat terdakwa dan kemudian berkomentar, "Ketika orang melihat terdakwa No. 1, tidak tampak bahwa ia berusia di bawah 17 tahun."

Dalam penolakannya atas permintaan pemindahan kasus itu, hakim tersebut menambahkan, "Menurut pertimbangan saya, permohonan itu tidak keruan dan dimaksudkan untuk menunda-nunda persidangan."

Meski demikian, Tahiliyani tidak mengesampingkan pemeriksaan kembali masalah itu. Kasab, yang disebut-sebut sebagai anggota kelompok muslim terlarang Pakistan, Lashkar-e-Taiba (LeT), menghadapi serangkaian tuduhan yang mencakup "pengobaran perang" terhadap India, pembunuhan, usaha pembunuhan dan penculikan.

Ia bisa dijatuhi hukuman mati jika terbukti bersalah mengambil bagian dalam serangan November 2008 di Mumbai, dimana 10 orang besenjata mendarat di kota itu dengan kapal dan membunuh lebih dari 160 orang. Ratusan orang juga cedera dalam serangan tersebut.

Kasab adalah satu-satunya dari 10 militan itu yang selamat dalam serangan tersebut. Sembilan penyerang lain tewas dibunuh oleh pasukan keamanan. Serangan teror di Mumbai itu juga telah meningkatkan ketegangan antara India dan Pakistan.

Sumber :
Antara