Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:32 WIB
China Dukung Peluncuran Satelit Korut
| Rabu, 15 April 2009 | 02:01 WIB
|
Share:

AP photo/Ahn Young-joon
Model rudal Scub-B Korea Utara dan rudal lain milik Korea Selatan dipajang di Museum Peringatan Perang Korea, di Seoul, Korsel, Selasa (3/2). Korut bersiap melakukan uji coba rudal jarak jauh, Taeodong-2, yang bisa mencapai target di Alaska, AS.

TERKAIT:

BEIJING, KOMPAS.com - China secara tegas menolak segala bentuk resolusi PBB yang akan memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara (Korut) terkait peluncuran satelit beberapa waktu lalu. "China juga menolak segala bentuk sanksi terhadap Korut," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Jiang Yu, dalam keterangan pers berkala, di Beijing, Selasa (14/4).

Jiang Yu berharap agar Dewan Keamanan PBB bisa bersikap kondusif untuk menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di Semenanjung Korea serta Asia Utara.  Selain itu, tambahnya, China juga mendesak enam pihak (AS, China, Korsel, Korut, Rusia, dan Jepang) untuk bersikap proaktif dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan semenanjung.
    
Dia juga mengatakan bahwa pihak-pihak terkait hendaknya bisa melihat secara keseluruhan situasi dan pembangunan jangka panjang, serta bersikap tenang dalam menyelesaikan masalah itu. "China juga ingin secara bersama menciptakan perdamaian dan stabilitas di wilayah itu serta mempromosikan proses bebas nuklir di wilayah Semenanjung Korea," kata Jiang Yu.
    
Enam negara besar menyetujui sebuah naskah pernyataan yang menyerukan sanksi-sanksi baru terhadap Korut menyangkut peluncuran roket jarak jauhnya dan diperkirakan akan disetujui oleh  Dewan Keamanan PBB. Pernyataan yang tidak mengikat itu disepakati akhir pekan lalu dalam sidang tertutup lima anggota tetap  dewan itu - Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat plus Jepang - dan kemudian diajukan ke 10 anggota tidak tetap badan itu.

Sumber :
Antara