Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 21:46 WIB
Soal Pegawai Panaskan Korut Korsel
Josephus Primus | Senin, 13 April 2009 | 19:20 WIB
|
Share:

SEOUL, KOMPAS.com - Seoul menganggap penahanan yang tetap dilakukan Korea Utara (Korut) atas seorang pekerja Korea Selatan (Korsel) sebagai "serius" dan akan mempertimbangkan mengambil tindakan jika Pyongyang tetap menolak akses kepadanya, kata seorang juru bicara, Senin.
    
Korut menahan seorang karyawan Hyundai Asan Corp pada 30 Maret di kota perbatasan Kaesong tempat satu kompleks industri yang dibangun bersama kedua Korea. "Pemerintah kami  menganggap pemeriksaan  Korut yang diperpanjang  terhadap pekerja kami sebagai satu situasi serius," kata juru bicara Kementerian Unifikasi  Lee Jong joo kepada wartawan.
    
Ia menyebut penahanan itu "sangat tidak adil" dan "tidak manusiawi". Lee juga memperingatkan  bahwa Seoul "akan mempertimbangkan untuk mengambil berbagai tindakan" jika  tidak ada kemajuan dicapai bagi pembebasannya.
    
Dengan memberitahukan kepada Seoul tentang penahanan itu, pihak berwenang Korut menyatakan pekerja itu  mengecam  rezim politik  Pyongyang dan berusaha membujuk  seorang karyawati Korut membelot.
    
Para pejabat Seoul tidak dapat mengkonfirmasikan tuduhan-tuduhan itu karena Korut mengabaikan pesan  faksimil beberapa kali  yang meminta akses  ke karyawan  yang belum diidentifikasikan itu.  Menurut informasi terbatas, karyawan itu adalah insinyur  perusahaan Hyundai Asan.
    
Juru bicara tersebut, kemudian, tidak menyebut tindakan apa yang akan diambil  di tengah-tengah kekuatiran  bahwa Seoul memiliki beberapa opsi untuk mendesak Pyongyang.
    
Pemimpin Hyundai Asan Cho Kun shik telah melakukan kunjungan ke kompleks Kaesong, sekitar satu jam berkendaraan mobil dari Seoul,  untuk mendesak Korut memberikan akses ke karyawan itu.
    
Para pejabat Seoul mengatakan karyawan yang ditahan itu seharusnya  tidak terus diisolasikan dan ia memiliki hak untuk didampingi seorang pengacara sesuai dengan perjanjian-perjanjian antar-Korea  mengenai usaha bersama ekonomi itu. Perjanjian-perjanjian itu menjamin "hak-hak dasar" bagi para pekerja Korsel yang ditahan Korut.
    
Para pejabat Korut mengatakan mereka terikat dengan perjanjian-perjanjian itu dan menjamin keselamatan pekerja itu dalam pertemuan-pertemuan dengan pemimpin Hyundai itu  pekan lalu tetapi menegaskan  tidak ada ketentuan  dalam perjanjian-perjanjian itu  yang mengizinkan akses langsung ke individu yang ditahan.
    
Berdasarkan perjanjian itu, Korut dapat memeriksa  para pekerja Korsel atau wisatawan-wisatawan  yang melanggar undang-undangnya  ketika berada di daerah Korut. Jika tuduhan-tuduhan terbukti, para pelanggar  dapat dihukum  dengan satu peringatan lisan, denda  atau diusir, tetapi tidak dapat diadili di negara itu.
    
Korut juga sedang bersiap-siap untuk menyidangkan dua wartawan AS yang ditahan  atas tuduhan masuk ke negara komunis itu secara ilegal dan "tindakan-tindakan permusuhan."

Sumber :
Ant