MOSUL, KOMPAS.com - Seorang penyerang bom bunuh diri meledakkan truk bermuatan bom di luar sebuah pangkalan militer Irak di kota Mosul, Irak selatan, Jumat (10/4), menewaskan lima prajurit Amerika dan dua polisi Irak. Serangan itu merupakan pemboman terdahsyat bagi pasukan AS di Irak selama beberapa bulan ini.
Pemberontakan yang dipimpin Al-Qaeda dan militan lain terbukti sulit dipadamkan di Mosul, 390 kilometer sebelah utara Baghdad. Kenyataan ini mengemuka meski kekerasan yang merupakan buntut dari invasi AS pada 2003 mereda di beberapa wilayah lain Irak.
Dua prajurit Amerika dan 20 anggota pasukan keamanan Irak cedera dalam pemboman tersebut. Polisi Irak menyatakan, ledakan itu mencederai 70 orang dan menghancurkan dua kendaraan lapis baja AS dan lima kendaraan Irak.
Militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, pasukan Amerika telah menangkap dua tersangka dalam pemboman itu.
Jumlah prajurit AS yang tewas dalam misi di Irak pada Maret mencapai angka terendah sejak invasi tersebut. Namun, pada Februari, empat prajurit Amerika tewas dalam satu serangan tunggal.
Sedikitnya 4.200 prajurit AS dan puluhan ribu orang Irak tewas sejak invasi itu.
Dengan jumlah korban meninggal dunia terbaru itu, jumlah prajurit AS yang tewas sejak invasi Maret 2003 untuk menggulingkan Saddam Hussein menjadi 4.271. Jumlah ini berdasarkan hitungan AFP terhadap angka-angka di situs independen icasualties.org.

