MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia menyerukan semua pihak untuk menahan diri setelah peluncuran roket Korea Utara dan mengatakan pihaknya sedang mempelajari apakah Pyongyang melanggar resolusi-resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa.
"Kami sedang mempelajari apakah peluncuran ini suatu pelanggaran terhadap resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB dan kami serukan kepada semua pihak untuk mengendalikan diri dari tindakan-tindakan yang bisa menyebabkan peningkatan ketegangan di semenanjung Korea," kata seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Rusia kepada kantor berita negara RIA Novosti.
Sementara itu, dari PBB, AFP melaporkan bahwa Dewan Keamanan akan menggelar suatu sidang darurat pada Minggu malam atas permintaan Jepang dan Amerika Serikat untuk membahas peluncuran roket jarak jauh Korut.
Dari ibu kota Ceko, Praha, beberapa jam sebelum dia menyampaikan pidato mengenai proliferasi nuklir, Presiden AS Barack Obama menyebut peluncuran roket Korea Utara sebagai tindakan provokatif dan menyerukan dibukanya sidang Dewan Keamanan untuk membahas krisis itu.
Di New York, Duta Besar Jepang di PBB Yukio Takasu juga meminta digelarnya pertemuan penting Dewan untuk membahas pandangan Washington, Tokyo, dan Seoul bahwa peluncuran itu melanggar resolusi Dewan Keamanan tahun 2006.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yu Myung-Hwan juga berpendapat bahwa peluncuran roket Korea Utara tersebut tindakan provokatif dan melanggar Resolusi Dewan Keamanan Nomor 1718 yang dikeluarkan setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal dan nuklir pada 2006 yang melarang Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik.
Sementara itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan penyesalan bahwa Korea Utara mengabaikan seruan-seruan internasional agar tidak melakukan rencananya, peluncuran roket.


