Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 19:35 WIB
Jepang Bersiaga Hadapi Korea Utara
| Sabtu, 4 April 2009 | 03:15 WIB
|
Share:

AP PHOTO/YONHAP, JO JUNG-HO
Kapal perusak Korea Selatan berteknologi Aegis, King Sejong Agung, terlihat berlabuh di Pelabuhan Busan, Korea Selatan, Kamis (26/3). Kapal tersebut disiagakan menjelang rencana peluncuran rudal oleh pihak Korea Utara.

TERKAIT:

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang kini berada dalam posisi pertahanan siaga satu guna meningkatkan aktivitas militernya di sejumlah tempat, untuk menghadapi peluncuran peluru kendali (rudal) Korea Utara yang diperkirakan akan berlangsung Sabtu (4/4) dan Rabu (8/4).  Reaksi pemerintah Jepang tersebut merupakan balasan terhadap rencana Korea Utara yang akan melakukan  peluncuran "satelit komunikasinya" yang  diyakini sebagai peluru kendali.

 Jepang, Amerika Serikat, maupun Korea Selatan meyakini bahwa satelit yang dimaksud tersebut sebetulnya merupakan rudal antar-benua yang mampu mengangkut hulu ledak nuklir.  Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada menegaskan, apapun yang diluncurkan Korut, satelit atau rudal, Jepang tetap bersiaga untuk menghadapi segala kemungkinan dengan menyiapkan kekuatan militernya untuk melindungi rakyatnya.
    
Aktivitas militer Jepang terlihat meningkat di lima wilayah, mulai dari kawasan di Laut Jepang yang berdekatan dengan Selat Korea dan Pulau Kyushu. Jepang mengerahkan dua kapal perang jenis perusak yang membawa sistem pertahanan peluru kendali "aegis" sejak beberapa hari lalu.
    
Demikian juga di provinsi Iwate dan Akita yang menyiagakan kendaraan tempur pengangkut peluru kendali jenis patriot guna mencegat rudal Korut jika memasuki wilayah kedaulatan Jepang. Hal yang sama juga ditempatkan di sekitar ibukota Jepang, Tokyo. Semuanya itu guna menjatuhkan rudal yang diluncurkan Korut.

Rudal Korut diperkirakan akan melewati wilayah udara Jepang, yang oleh Jepang dan sekutu-sekutunya diyakini sebagai bentuk provokasi sehingga harus diatasi dengan sikap tegas.   "Kami sudah siap dan semua unit tempur yang ditempatkan telah siap siaga," kata Hamada lagi.

Hal senada juga dikemukakan Menteri Sekretaris Kabinet Takeo Kawamura bahwa Korut harus menghentikan tindakan provokasinya yang membahayakan itu.   Jepang juga akan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB jika Korea Utara tetap meluncurkan roketnya seperti yang telah dijadwalkan.

Sumber :
Antara
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga