Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 19:18 WIB
Lebih 200 Tewas akibat Kapal Terbalik di Libya
Jimmy Hitipeuw | Selasa, 31 Maret 2009 | 20:48 WIB
|
Share:

(Getty Images/MAURICIO ESSE)
Kapal yang mengangkut 35 imigran gelap berada di perairan 5 mil dari Lampedussa pada 26 Juni 2008. Lampedusaa merupakan tujuan utama dari imigran gelap yang ingin memasuki Eropa dari Afrika utara, terutama Libya

TERKAIT:

TRIPOLI, KOMPAS.com — Lebih dari 200 imigran gelap dikhawatirkan tewas setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di lepas pantai Libya. Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), kapal yang mengangkut sekitar 250 orang itu dilaporkan terbalik 50 kilometer utara pantai Libya di tengah embusan angin kencang dan badai.

Pejabat Pemerintah Libya memastikan 21 orang tewas dan 20 orang lainnya berhasil diselamatkan. Media Libya melaporkan, korban tewas tersebut termasuk seorang perempuan Afrika yang tewas dengan posisi mendekap seorang bayi. Petugas SAR masih mencari korban lainnya.

Sementara itu, 10 jenazah lain yang telah ditemukan diketahui warga negara Mesir. Kapal itu dilaporkan mulai diterpa masalah dalam perjalanannya, Minggu (29/3), dari Sidi Bilal, dekat Tripoli. Imigran gelap yang berada di atas kapal itu mencakup warga Mesir, Tunisia, dan Palestina.

Adapun kapal kedua yang mengangkut sekitar 350 warga Afrika berhasil diselamatkan. Menurut Laurence Hart, kapal yang berhasil diselamatkan berikut penumpangnya telah kembali ke ibu kota Libya, Tripoli.

"Upaya penyelamatan berlangsung dengan cepat karena terjadi dekat rig minyak yang petugasnya segera melaporkan bencana itu kepada pengawal pantai Libya," kata Laurence Hart, perwakilan IOM. Kapal yang hilang di tengah laut diduga berada di wilayah yang sama.

IOM menerangkan sebagian besar imigran gelap telah meninggalkan Libya dalam 2 hari terakhir. "Rute ini biasa ditempuh oleh imigran gelap yang bergerak dari Libya menuju Italia," kata Hart. Ratusan imigran gelap tewas dalam beberapa bulan terakhir saat mencoba menyeberang Laut Mediterania dari Afrika Utara menuju Eropa.

Italia memulai patroli laut gabungan dengan Libya, Mei tahun lalu, untuk menghentikan lonjakan arus imigran gelap. Menurut data yang dikumpulkan IOM, lebih dari 31.000 orang telah menyeberang dari Afrika Utara menuju pulau Lampedusa, Italia pada tahun lalu.  

Sumber :
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga