KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Tanggulangi Kelaparan Bersama-sama
Selasa, 31 Maret 2009 | 00:56 WIB
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Keringnya tanah dengan retakan-retakan di lahan persawahan Kampung Babakan Cianjur, Desa Sumber Sari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, membuat lahan ini mulai tidak diperhatikan lagi oleh petaninya dan ternak kambing tanpa penggembala ini bebas berkeliaran mencari makan di sawah, Minggu (15/6). Kekeringan seperti ini selalu terjadi di musim kemarau karena permukaan aliran irigasi setempat yang menyusut sehingga tidak bisa mengairi sawah. Petani setempat pun selalu puso setiap menghadapi musim panen akibat kondisi seperti ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam pesan utamanya di Konferensi Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan bahwa sudah saatnya negara di dunia bersama sama menanggulangi ancaman kelaparan.
    
Konferensi Regional Asia Afrika FAO yang ke-29 berlangsung sejak tanggal 26 hingga hingga  31 Maret  bertempat di Kantor UN ESCAP Bangkok, ujar Erizal Sodikin, Atase Pertanian KBRI Roma  kepada Antara di Jakarta, Senin (30/3).
    
Dikatakannya konferensi itu diikuti 32 negara anggota FAO dengan 15 negara mengirimkan pejabat setingkat menteri dan juga beberapa organisasi lain sebagai pengamat.
    
Selain Menteri Pertanian delegasi Indonesia antara lain  Dubes RI di Thailand dan Dubes RI di Roma serta pejabat dari Deptan, Dephut, dan Departemen DKP.
     
Pada sambutannya dalam pertemuan pertama Senin, Mentan Anton mengatakan bahwa persoalan ketahanan pangan akan semakin terancam dengan adanya krisis keuangan global. Untuk itu, upaya secara bersama mencari solusi dan formulasi tindakan aksi yang bersifat kolektif dan komprehensif adalah suatu keharusan agar masyarakat dunia dapat terlepas dari kelaparan. 
     
Selanjutnya mentan mengatakan Indonesia saat ini sangat berkeinginan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada negara lain dalam hal meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya beras.  Kerja Sama Selatan-Selatan merupakan sarana yang dapat dipakai untuk merealisasikan keinginan Indonesia itu, ujarnya.
     
Pada kesempatan ini mentan juga mengajukan beberapa tema yang perlu menjadi perhatian para negara anggota FAO diantaranya pembangunan bio energi yang tidak mengancam ketahanan pangan. Selain itu mempromosikan generasi kedua revolusi hijau yang lebih ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi pertanian dan pangan, serta  mempromosikan strategi penanggulangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim global.
     
Menteri juga mengingatkan pembangunan lumbung pangan regional yang merupakan sarana tanggap darurat yang cepat terhadap permasalahan ketahanan pangan.

 

Penulis: XVD   |     |   Sumber : Ant Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.