SEOUL, KOMPAS.com —
Perwira Penerangan Angkatan Laut AS Charles Howard, Kamis (26/3) di Seoul, mengatakan, AS telah mengerahkan dua kapal perusak di lepas pantai Jepang. Kedua kapal perusak itu dilengkapi teknologi Aegis untuk melacak dan menghancurkan peluru kendali (rudal). Kedua kapal telah meninggalkan pelabuhan tempat bersandar, Rabu (25/3).
Adapun AL Korea Selatan (Korsel) merencanakan akan mengirimkan kapal perusak KDX-III berbobot 7.600 ton, yang juga dilengkapi teknologi Aegis. Kapal perusak Korsel tersebut, menurut sumber-sumber pemerintah sebagaimana dilaporkan The Korea Times, Kamis (26/3), akan bermanuver di perairan bagian timur Semenanjung Korea, bersama empat kapal perang AS dan kapal Pasukan Bela Diri Jepang.
Kapal-kapal AS dan Jepang berteknologi Aegis itu juga dilengkapi dengan rudal canggih dari kapal ke udara, SM-3, untuk menghadang rudal balistik.
Ketegangan semakin meningkat setelah pejabat-pejabat AS pada Rabu malam kemarin mengatakan, Korea Utara telah memindahkan sebuah rudal Taepodong-2 ke tempat peluncuran Musudan-ri di pantai timur laut Korut.
Sumber militer Korea Selatan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Yonhap, mengatakan, roket yang dilaporkan Korut akan diluncurkan itu baru akan terlihat jelas antara 28-31 Maret. Dibutuhkan waktu tiga hari untuk pengisian bahan bakar roket. Itu artinya, peluncuran kemungkinan dilakukan pada 4 atau 5 April.
Jubir AL AS mengatakan, kedua kapal perusak berteknologi Aegis itu, USS McCain dan USS Chafee, telah meninggalkan Pelabuhan Sasebo di barat daya Jepang. Kapal perusak ketiga, USS Curtis Wilbur, masih berlabuh di pelabuhan itu. Kapal perusak AS keempat, USS Stethem, direncanakan meninggalkan Pelabuhan Aomori di utara Jepang, Kamis (26/3).
Dua kapal perusak AL Jepang berteknologi Aegis, yakni Kongo dan Chokai, menurut seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang, disiagakan di Pelabuhan Sasebo.
Jenderal Ryoichi Oriki, Panglima Pasukan Bela Diri Jepang, kepada media menjelaskan, Jepang akan melakukan segala langkah untuk memastikan keamanan negara, setelah perintah pemerintah dikeluarkan.Oriki mengatakan, penggelaran kapal-kapal perusak dan rudal-rudal penangkis Patriot akan dilakukan segera setelah perintah keluar.


