Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 19:35 WIB
Soal Korut, Beijing dan Seoul Pun Berunding
Josephus Primus | Rabu, 25 Maret 2009 | 17:28 WIB
|
Share:

SEOUL, KOMPAS.com — Panglima militer China, Rabu (25/3), tiba di Seoul untuk berembuk dengan para pejabat Korea Selatan (Korsel) pada saat meningkatnya ketegangan menyangkut rencana Korea Utara (Korut) untuk meluncurkan roket.
    
Jenderal Chen Bingde, Kepala Staf Tentara Pembebasan Rakyat China bertemu dengan Menteri Pertahanan Lee Sang Hee menjelang perundingan dengan sejawat Korselnya, Kim Tae Young, kata kantor Gabungan Kepala Staf.
    
Imbauan Seoul bagi "peran positif dan usaha-usaha militer China untuk membantu mengatasi ketegangan antar-Korea" masuk dalam agenda pertemuan itu, kata sebuah pernyataan kantor itu.
    
Korut mengatakan, pihaknya akan meluncurkan sebuah satelit komunikasi antara 4-8 April.
    
Korsel , AS, dan Jepang mengecam apa yang mereka sebut sebagai kedok uji coba rudal jarak jauh. Mereka mengatakan, satu peluncuran untuk satu tujuan akan melanggar sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang disetujui setelah uji coba rudal dan senjata nuklir Korut tahun 2006.
    
Seorang juru bicara Gabungan Kepala Staf mengemukakan masalah roket itu masuk dalam agenda perundingan tersebut, tetapi ia menolak merinci lebih jauh. "Kami berencana akan menyampaikan kepada delegasi China tuntutan kami agar Korut memerhatikan peringatan-peringatan internasional dan menghentikan persiapan-persiapannya bagi peluncuran itu," kata seorang pejabat pertahanan Seoul yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita Korsel, Yonhap.
     
"China adalah negara paling dekat dengan Korut. Komentarnya keras, dan kami mengharapkan negara itu lebih aktif menekan Pyongyang," imbuhnya.
      
Selain itu, masalah peluncuran rudal mendatang, ketegangan meningkat antara Korut dan Korsel. Korut, Januari lalu, membatalkan semua perjanjian perdamaian dengan tetangganya itu.
      
China, sekutu tradisional dan donor utama bagi Korut serta sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, tidak secara terbuka mendesak Pyongyang menghentikan peluncuran itu.
     
Korut, Selasa, mengingatkan bahwa perundingan enam negara menyangkut perlucutan senjata nuklir Korut yang dituanrumahi China akan ambruk jika sanksi-sanksi baru diberlakukan untuk menghukum Korut karena meluncurkan roket itu. Perundingan itu melibatkan dua Korea, AS, Rusia, Jepang, dan China.
      
Para pejabat Seoul mengatakan, Chen akan melakukan kunjungan tiga hari untuk membicarakan usaha-usaha meningkatkan kerja sama militer. Ia berencana akan mengunjungi pangkalan-pangkalan militer termasuk satu komando pasukan tempur khusus dan sebuah pangkalan angkatan laut.

Sumber :
Ant