BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China mengatakan, sebuah video internet yang menunjukkan polisi memukuli tahanan Tibet adalah rekayasa.
Kecaman China dilancarkan saat pemilik YouTube mengakui bahwa situs video yang populer itu diblokir di China.
Pejabat kantor berita Xinhua, Selasa (24/3), mengutip seorang pejabat di Kawasan Otonomi Tibet mengatakan, video yang dipasang oleh Pemerintah Tibet di pengasingan adalah rekayasa. Pejabat yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa Tendar, laki-laki yang ditunjukkan dalam video tersebut yang terlihat dengan luka-luka parah, meninggal di rumahnya karena penyakit dan bukan akibat pemukulan polisi.
Pejabat China mengatakan, Tendar menyerang polisi dengan pisau tahun lalu ketika terjadi kerusuhan dan sedang menunggu persidangan ketika ia meninggal.
Video tersebut dikeluarkan minggu lalu dan gambarnya dipasang di YouTube. Pemilik situs yang berbasis di Amerika itu hari Selasa mengonfirmasi bahwa situs tersebut diblokir di China. Juru bicara situs itu mengatakan, perusahaan itu sedang berusaha untuk memulihkan kembali layanan situs.
