CARACAS, KOMPAS.com — Presiden Venezuela Hugo Chavez menyebut Presiden AS Barack Obama sebagai sosok yang acuh tak acuh. Chavez berpendapat, Obama seharusnya belajar dari Amerika Latin.
Chavez mengaku semula telah menunjuk seorang duta besar untuk ditempatkan di Washington sejak Obama menjabat sebagai presiden AS. Namun, langkah itu ditundanya setelah Obama menuduh Chavez "mengekspor terorisme" dan menjadi penghalang bagi perkembangan perdamaian regional.
Kecaman Chavez tersebut disampaikannya dalam program mingguan televisi dan radio Venezuela. "Obama seharusnya meluangkan waktunya membaca agar dapat mengetahui tentang kenyataan di Amerika Latin," kata Chavez.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Mike Hammer menolak mengomentari pernyataan Chavez itu. Ketegangan hubungan Chavez dengan Washington semakin memuncak di bawah pemerintahan George W Bush.
Presiden Venezuela ini mengusir duta besar AS dan menarik utusannya dari Washington, September tahun lalu. Hubungan diplomatik di kedutaan besar kedua negara belum dipulihkan hingga saat ini.
Chavez dan Obama berencana menghadiri konferensi para pemimpin Amerika di Trinidad dan Tobago. Chavez menjelaskan rencananya mengangkat masalah Kuba dalam perundingan regional itu. "Kami tak bisa lagi menerima tekanan embargo AS (terhadap Kuba)," tegas Chavez.
"Kami hanya meminta penghormatan terhadap Venezuela, tidak ada yang lain," kata Chavez. "Apabila Obama menghargai kami, kami akan menghargainya. Apabila Obama mencoba untuk tidak menaruh hormat terhadap Venezuela, kami akan berkonfrontasi dengan kekaisaran AS."
