Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 21 Mei 2012 | 18:48 WIB
Polisi China Tangkap 90 Biksu
Tri Mulyono | Minggu, 22 Maret 2009 | 18:58 WIB
|
Share:

AP photo/Saurabh Das
Seorang bocah Tibet di pengasingan tampil seperti Panchen Lama, pengganti Dalai Lama di Tibet yang hidup seperti dalam sangkar, pada suatu aksi protes di New Delhi, India, Jumat (25/4). Bersamaan peringatan kelahiran Panchen Lama ke-19 kemarin, warga Tibet di pengasingan protes menuntut China membebaskannya.

TERKAIT:

BEIJING,KOMPAS.com-Sekitar 90 biksu  ditahan di sebuah kota yang dihuni banyak warga Tibet di China barat laut setelah paling tidak 100 orang menyerang sebuah kantor polisi.

Kerusuhan di Rabgya, Provinsi Qinghai, Sabtu (21/3), adalah protes besar pertama dilaporkan di daerah China yang dihuni warga Tibet sejak ulang tahun ke-50 pemberontakan terhadap kekuasaan China di Tibet pada 10 Maret.

Pihak berwenang China melancarkan satu tindakan keras dalam pekan-pekan belakangan ini untuk  mencegah terjadinya kerusuhan sehubungan ulang tahun pemberontakan itu. "Polisi telah menahan enam pelaku serangan itu. Delapan puluh sembilan menyerah kepada polisi," kata kantor berita Xinhua. "Seluruhnya kecuali  dua orang dari 92 yang ditahan itu adalah biksu-buksu di biara Rabgya," kata laporan tersebut.

Tidak segera jelas berapa orang yang terlibat dalam kerusuhan itu. Xinhua menyebutkan angka lebih dari 100 orang dan kemudian menyatakan ratusan orang. Menurut kantor berita itu, hampir 100 biksu  dari biara tersebut ikut serta dalam aksi. Para pemrotes menyerang polisi dan staf pemerintah, beberapa orang luka ringan.

Xinhua memberitakan masa "diperdaya oleh rumor-rumor" bahwa seorang yang melarikan diri dari sebuah kantor polisi di Rabgya, tetapi tidak merinci lebih jauh kenapa para pemrotes itu berkumpul.

Menurut kantor berita itu, pria tersebut, Zhaxi Sangwu, ditahan dan sedang diperiksa, Jumat, karena dituduh "terlibat dalam aksi mendukung kemerdekaan Tibet", tetapi melarikan diri dari kantor polisi, Sabtu.

China menuduh pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama mengusahakan kemerdekaan bagi tanah airnya, dan menghukum keras siapapun yang diduga mendukung usaha-usaha menuju kemerdekaan. Tetapi Dalai Lama membantah tuduhan-tuduhan-tuduhan pemerintah itu dan mengatakan ia hanya  menghendaki otonomi luas bagi Tibet.

Sumber :
Ant
Senin, 21/05/2012 08:12 WIB

Pengebom Lockerbie Meninggal

Sabtu, 19/05/2012 22:10 WIB

Jackie Chan Akan Mundur dari Film Laga